Sabtu, 22 Januari 2011

Kewaspadaan

Bencana..............bencana....................siapa yang bisa mencegah dan menahannya.? Tak ada satupun yang bisa dan tak ada teknologi apapun yang bisa mengatasi dan mencegah datangnya bencana. Namun apa yang bisa manusioa perbuat, kecuali memohon dan berdo'a dan tindakan pencegahan supaya bencana yang lebih besar jangan terjadi.....................budaya kearifan lokal memang yang terbaik diantara yang paling baik. Coba kita bayangkan apa jadinya bila hutan gundul semua, taman nasional tiada pohon dan tanah kering kerontang. Saat kemarau tanah merekah, saat hujan air masuk dan membuat bencana longsor. Sudah banyak korban ...sudah kesekian kali bencana terjadi.

Masih terngiang ditelinga kita dan seperti  didepan mata pelupuk mata" ERUPSI Gn.MERAPI " dengan awan panasnya telah meluluh lantakkan desa di kab.Sleman DIY, antara lain Kinahrejo, Cangkringan dan yang lainnya. Ibarat lepas dari mulut Harimau ..ancaman buaya masih ada yakni bahaya sekunder lahar dingin. Banjir lahar dingin yang tak henti menghamtam wilayah Jumoyo, Srumbung, Muntilan Kabupaten Magelang. Betapa kuat derasnya arus lahar dingin, hingga mampu membawa bongkahan2 besar yang melebihi binatang gajah yaitu batu yang sempat teronggok di tengah jalan raya Magelang-Yogyakarta. Bahkan material vulkanik berupa pasirnyapun ikut terbawa dan menenggelamkan desa Jumoyo dan beberapa desa lain. Dampak kerugian yang ditimbulkannya sangat luar biasa mencapai trilliunan rupiah, baik berupa phisik dan non phisik. Jembatan sejumlah 11 buah, ratusan hektar pertanian, perekonomian lumpuh, anak2 sekolah terlantar dan akses keluar masuk 14 desa terisolir.Memang disisi lain erupsi gunung Merapi membawa berkah bagi sebagian orang, berapa kubik pasir yang dikeluarkan oleh Merapi yang terkenal kualitas wahid karena bebas dari debu dan sangat baik untuk campuran bahan bangunan. ketebalan pasir antara 3-5 meter. Siapa yang mau ditawari hal itu namun rumah, kampung, harta benda tersapu habis olehnya, bahkan harus mengungsi entah sampai kapan....

Marilah kita merenung bersama,...seandainya itu tak terjadi....kemakmuran disekitar lereng Merapi membuat takjub. Pertanian.............berbagai jenis sayuran sangat subur dan padi tumbuh dengan subur pula.......Ijo royo-royo. Disamping itu kerusakan alam akibat penambang pasir yang selalu mengejar untung tanpa mempedulikan keselarasan alam sekitarnya, turut andil pula merusak lingkungan bahkan Taman Nasional lereng Merapi. Seharusnya dijaga kelestariannya, sehingga dam, Sabo, penahan banjir lahar rusak. Akibatnya laju derasnya lahar yang turun tidak ada penahan.....akibatnya beberapa desa terendam pasir setinggi 3-5 meter bahkan lebih. Orang-orang harus mengungsi tuk menyelamatkan diri.
Untuk itu ...marilah kita jaga bersama kelestarian alam jangan hanya mengejar keuntungan semata, supaya bencana tidak terjadi lagi.

Palagi perkiraan hujan masih sekitar 4 bulan lagi. Hujan dengan intensitas sedang - lebat beberapa hari ini melanda wilayah Jawa Tengah wilayah tengah dan pesisir selatan disertai angin kencang dan petir. Bahkan pada hari Sabtu 15 Januari 2011 sekitar pukul 13.30 - 15.00 wib angin kencang bahkan puting beliung melanda beberapa wilayah, utamanya Kebumen, Banyumas, Cilacap. Beberapa rumah rusak ringan-sedang, Atap beterbangan, beberapa pohon roboh, namun tidak ada korban jiwa. Iklim sekarang sulit diprediksi, tidak seperti dulu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog