Negara Indonesia terkenal dengan negara yang makmur. loh jinawi, ijo royo-royo, seperti apa yang diungkapkan penyanyi tahun 70an Koes Plus. Ibarat batang ketela yang ditancvapkan saja akan menghasilkan. Itu dulu, seiring perjalanan waktu....bencana deni bencana menghantam bertubi-tubi melanda tanah air. Baik bencana banjir, tanah longsor maupun bencana alam lain seperti gempa bumi, Tsunami, gunung meletus. Banjir dan tanah longsor yang menimpa Indonesia Timur di Wasior dan daerah lainnya yang semula tidak termasuk zona banjir dan tanah longsor saat inipun masuk wilayah tersebut, meskipun hanya banjir kiriman, Semua itu tak lepas dari ulah manusia yang menebang pohon secara serampangan tanpa menjaga ekosistem alam. Kearifan alam disalah gunakan, tentunya suatu saat alam akan berontak. Sehingga orang - orang yang menebang pohon dan melakukan illegal logging dan kroni-kroni yang menikmati hidup senang dan menikmati hasilnya dan rakyat ataupun masyarakat yang tak tahu apa-apa menangggung derita atas perbuatan mereka. Bagaimanakah tindakan dari aparat penegak hukum kita ? sejauh mana respon dan tanggapan serta tindakan yang diambil terhadap mereka ? ikut2an? masa bodo? cuek? dan istilah seabrek lainnya ? ternyata masih banyak oknum2 yang merajalela bergentayangan mengatas namakan hukum dan duduk/tidur diatas penderita rakyat. Pedulikah mereka? seberapa nilai kepedulian mereka / berapa harga kepedulian mereka jika dibandingkan penderitaa dan akibat perbuatan yang tlah mereka lakukan!
Bencana gempa bumi dan tsunami di Mentawai belum lepas dari ingatan kita semua, bencana meletusnya gunung paling aktif di Indonesia bahkan masuk dalam 10 gunung teraktif didunia " Gunung merapi ' yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. Jum'at 29 Oktober 2010 meletus dengan mengeluarkan wedhus gembel alias awan panas yang mampu menerjang apa saja yang dilaluinya hingga radius 15 Km bahkan lebih, belum lahar panas, lahar dingin, maupun bahaya erupsi yang ditimbulkannya berdampak pada yang lainnya. Arus Pengungsian berribu-ribu baik yang berada di kabupaten Boyolali dan Magelang provinsi Jawa tengah serta Sleman, DIY. Penderitaan mereka sangat menyentuh hati nurani bagi yang mempunyai rasa kepedulian kepada sesama. Seperti Kinah rejo desanya sang kuncen (juru kunci) Merapi " Mbah Marijan" (kuncen sendiri ikut jadi korban), Cangkringan dan sekitarnya lebih parah lagi dan menimbulkan kerugian yang besar baik kerugian materi dan non materi. Lahan pertanian (sawah/padi, ladang/salak pondoh, perikanan) nyaris mati semua, belum rumah yang rusak berat/terbakar, ternak bahkan nyawa yang melayang termasuk beberapa relawan yang gugur dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, sebagai tameng hidup demi menolong sesama dan rela mengorbankan nyawanya sendiri asal orang banyak/lain terselamatkan.
Disaat bencana terjadi dan melanda, disaat orang lain mengungsi dan menjauhi zona bahaya...justru para relawan/Tim SAR yang selalu berada didepan dan mendekati daerah bencana bersama aparat terkait untuk memberikan pertolongan ataupun evakuasi masyarakat ke tempat aman. TAPI NAIF SEKALI SERING KITA LIHAT, DISAAT ORANG MENDERITA, SENGSARA, DI SAAT ITU PULA MASIH BANYAK ORANG LAIN MALAH MENYAKSIKAN TANPA MAU BERBUAT APA-APA TUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN/BANTUAN.....BAHKAN MENJADIKAN WISATA BENCANA...
Untuk meberikan pemahaman/pengertian tentang bencana kepada masyarakat sekaligus sebagai pembelajaran, perlu adanya sosialisasi dan simulasi kebencanaan. Agar masyarakat tahu apa dan bagaimana itu bencana dan tindakan yang diambil, sehingga kerugian - kerugian dapat ditekan terlebih lagi korban jiwa dapat ditekan. Oleh karena itu, besuk hari Kamis 25 Nopember 2010, akan dilaksanakan giat simulasi Tsunami di Pantai Widarapayung, Binangun, Adipala, Cilacap timur yang pernah kena dampak tsunami Pangandaran sekitar 2006 lalu. Giat ini diprakarsai oleh BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta pihak terkait di Kabupaten Cilacap. Selaku relawan dan Tim SAR, menyarankan kepada pihak terkait :
1. Memperdayakan para relawan/Tim SAR yang ada sebaik-baiknya (relawan yang benar2 eksis dan
mempunyai kredibelitas)
2. Sosialisasi kepada masyarakat dan dunia pendidikan/sekolah secara berkala dan berkesinambungan
3. Birokrasi penanganan dan penggulangan bencana tidak berbelit-belit (logistik, peralatan ?)
4. Menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan relawan/Tim SAR
5. Membentuk jejaring kepedulian kemanusiaan
Itu semua, dengan harapan dalam kondisi amanpun tetaplah terjalin kerjasama dan komunikasi yang baik antar semua pihak yang terkait dengan kebencanaan. Sehingga apabila bencana terjadi sewaktu-waktu, dapat segera tertangani dengan baik karena sudah biasa koordinasi, komunikasi, kerjasama meskipun tidak ada bencana (!/?).
Perlu diketahui pula, para relawan/Tim SAR merasa terpanggil jiwa demi sesama, tanpa memandang jabatan, ekonomi, status, daerah/wilayah...Yang penting sesegera mungkin bisa memberikan sesuatu yang nyata dilapangan....BRAVO TIM SAR....................========AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM =====
Selasa, 23 November 2010
Sabtu, 30 Oktober 2010
LAKA Kereta Api Vs Sepeda motor di Sumpiuh
Keluarga korban yang datang sebelum di evakuasi tampak shock mengetahui keluarganya meninggal tertabrak kereta api. Ini juga menjadi peringatan bagi kita semua tuk ekstra hati-hati saat mau melintasi rel KA baik yang berpalang pintu terlebih tidak berpalang pintu dan tidak dijaga oleh petugas. Karena sering dilihat dan saksikan saja, sudah ada rambu-rambu entah itu palang pintu, sirine, petugas atau rambu yang lain banyak yang tidak memperdulikan bahaya yang mengancamnya. bahkan himbauan, peringatan orang lain/masyarakat tidak di indahkan, diperhatikan, bahkan ironis sekali yang bersangkutan kadang marah-marah kepada orang yang memberi peringatan kereta akan lewat disamping tidak sabar tuk menunggu KA lewat. Jika sudah seperti itu, siapa yang salah dan yang disalahkan.
Masyarakatpun juga meminta ketegasan kepada pihak terkait khususnya PJKA yang mempunyai wewenang untuk menertibkan tanaman yang sengaja ditanam disekitar /sepanjang tepian rel KA, seperti pohon pisang, ketela pohon yang tentunya ini menghalangi pandangan orang saat akan melintasi rel KA. Jika perlu dilarang sama sekali untuk menanam tanaman apapun di tepian rel. Apalagi nanti akan dibangun rel ganda, tentunya keselamatan harus lebih diutamakan lagi dan menjadi prioritas penanganan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat
Jumat, 29 Oktober 2010
SELAMAT JALAN MBAH MARIJAN DAN TUTUR PRIYONO
Keunikan.....keindahan........Gunung Merapi merupakan pesona tersendiri bagi wisatawan. Kemolekan gunung yang berada di antara dua provinsi, yaitu provinsi DIY dan Jawa Tengah, termasuk 10 gunung teraktif di dunia dan paling aktif di Indonesia. Setiap gunung mempunyai spesifikasi masing-masing. Termasuk G.Merapi ini, setiap meletus selalu mengeluarkan awan panas. Masyarakat sekitar menyebutnya "WEDUS GEMBEL". Penyebutan itu termasuk kearifan lokal terhadap alam. Terlepas dari fenomena alam tersebut, tak lepas dari hal - hal mistis. Mungkin bagi sebagian orang tak akan percaya apalagi diluar kemampuan nalar/logika ilmu pengetahuan modern saat ini. Hal itu tak lepas dari kultur dan budaya serta adat istiadat orang Jawa terlebih keberadaan Keraton Ngayogyokarto. Sekarang sulit sekali dicari orang yang pengetahuan diluar nalar dan Ngerti sadurunge winarah (tahu sebelumnya), tanpa mendahului kehendakNya, yang digambarkan dengan simbol/kiasan/ungkapan dan sejenisnya. Itu hanya dipahami oleh orang-orang tertentu saja.
Sudah kesekian kalinya G.Merapi mengeluarkan awan panas alias wedus gembelnya. Dan sudah berapa yang terhitung korbannya. Termasuk sang Juru Kunci (Kuncen) Mbah Marijan. Beliau yang sudah bertahun - tahun menjaga gunung Merapi atas amanat yang diberikan oleh Sri Sultan HB IX selaku Sultan Ngayogyokarto Hadiningrat. Mbah Marijan tidak asing lagi bagi teman-teman relawan/Tim SAR, jurnalistik maupun pendaki gunung. Salah satunya kedekatan beliau seperti orangtua dengan anak sendiri. Petuah, nasehat, saran yang disampaikan begitu bermakna sekali dalam hubungan Jagad alit dan Jagad gede.
Beliau meninggal dalam posisi sujud sebagai ujud penyerahan diri manusia pada sang Pencipta disamping amanat yang harus dilaksanakan. Tidak semua orang mampu dan mau melakukannya meski bahaya selalu mengancam. tugas sebagai Kuncen Merapi, agar situasi dan kondisi G. Merapi dapat diketahui dan bisa dilaporkan ke Kraton sebagai pusat pemerintahannya. sehingga dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan rakyatnya. (sejarah Mataram Kuno saat itu berpindah ke Jawa timur salah satu penyebabnya meletusnya G.Merapi).
Dibandingkan dengan zaman sekarang teknologi semakin canggih, dan deteksi dini aktivitas gunung dapat diketahui setiap saat baik gempa, suhu, volume magma dll yang dibawah pantauan BPPTK Yogyakarta. Terlepas dari itu, mbah Marijan begitu besar tanggungjawabnya dalam mengemban amanat yang telah diberikan dan melekat dipundaknya selama bertahun-tahun.
Seiring wafatnya mbah Marijan sebagai Juru Kunci Gunung Merapi, juga tak lepas dari ingatan masyarakat karena juga saudara-saudara lain yang kena awan panas (wedus gembel) hari Selasa 26 Oktober 2010. Termasuk relawan PMI Bantul DIY...Tutur Priyono...
Jika bicara bencana, tak lepas dari keberadaan para relawan yang sangat dibutuhkan. Baik relawan dari SAR, Tagana, PMI, TNI, POLRI, elemen masyarakat yang peduli kemanusian, saling bahu membahu dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang kena bencana. Tapi dalam situasi aman tidak ada bencana sering keberadaan teman-teman relawan seperti tidak ada bahkan tak pernah ada, namun eksisitansi serta keberadaan mereka memang ada. Ironis memang. Disaat bencana datang pasukan orange atau TIM SAR selalu didepan, sering tidak memikirkan nyawa sendiri yang terpenting dalam menyelamatkan warga masyarakat, seperti yang dilakukan oleh mbah Marijan dan mas Tutur Priyono saat ini. Sulit dicari gantinya
kepada teman-teman relawan maju terus pantang mundur. semangat dan semangat, teruskanlah perjuangan demi tugas sangat mulia tugas kemanusiaan. Lanjutkan perjuangan dan kepahlawanan kemanusiaan teman-teman yang telah gugur sebagai kusuma bangsa pahlawan kemanusiaan sejati.
Selamat jalan mas Tutur, meskipun lebaran kemarin dah janji tuk bertemu dan silaturrahmi belum kesampaian karena engkau tlah lebih dulu menghadap Allah, namun do'aku sll menemani
Sedikit mengenang mas TUTUR, beliau tinggal di desa Kembaran,Taman Tirto, Kec.Kasihan, Kab. Bantul, DIY. satu daerah yang berada di selatan Ringroad selatan DIY dan sebelah barat PG. Madukismo kurang lebih 2 Km. Beliau aktif di PMI Cabang Bantul. Meskipun mas Tutur aktif di jajaran PMI, penulis sendiri aktif di SAR Daerah jawa tengah dan Serayu Rescue Koorwil Banyumas Cilacap, tapi satu TIM di lapangan dan satu tim di jajaran selatan DIY-Jateng tuk pantauan gelombang Tsunami. Apalagi mas Tutur satu Kecamatan dengan penulis yang kampung halaman di Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DIY yang berada di sebelah timur PG Madukismo.
Selamat jalan temanku, sahabatku, saudaraku..........
Selamat jalan Mbah Marijan...................................
Allah akan memberikan tempat disisiNya
mereka meninggal dalam kondisi yang khusnul khotimah
Allah akan mengampuni dosa dan kesalahan
Allah akan menerima amal baikmu.........
Semoga mbah Marijan dan mas Tutur Priyono tenang di sana
Dan Keluarga yang ditinggal senantiasa diberikan ketabahan, keimanan selalu
Keluarga besar Tim SAR Serayu (Serayu Rescue) ikut berduka dan kehilangan yang mendalam
Langkah, pengabdian, perjuangan akan selalu terus dilanjutkan oleh teman - teman relawan yang lain
Pengorbanan kalian tidak akan sia - sia dan tidak akan menyurutkan langkah teman-teman relawan
bahkan pengorbanan kalian memberikan inspirasi dan semangat bagi kami..............TIM RELAWAN
================== AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM =====================
Sudah kesekian kalinya G.Merapi mengeluarkan awan panas alias wedus gembelnya. Dan sudah berapa yang terhitung korbannya. Termasuk sang Juru Kunci (Kuncen) Mbah Marijan. Beliau yang sudah bertahun - tahun menjaga gunung Merapi atas amanat yang diberikan oleh Sri Sultan HB IX selaku Sultan Ngayogyokarto Hadiningrat. Mbah Marijan tidak asing lagi bagi teman-teman relawan/Tim SAR, jurnalistik maupun pendaki gunung. Salah satunya kedekatan beliau seperti orangtua dengan anak sendiri. Petuah, nasehat, saran yang disampaikan begitu bermakna sekali dalam hubungan Jagad alit dan Jagad gede.
Beliau meninggal dalam posisi sujud sebagai ujud penyerahan diri manusia pada sang Pencipta disamping amanat yang harus dilaksanakan. Tidak semua orang mampu dan mau melakukannya meski bahaya selalu mengancam. tugas sebagai Kuncen Merapi, agar situasi dan kondisi G. Merapi dapat diketahui dan bisa dilaporkan ke Kraton sebagai pusat pemerintahannya. sehingga dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan rakyatnya. (sejarah Mataram Kuno saat itu berpindah ke Jawa timur salah satu penyebabnya meletusnya G.Merapi).
Dibandingkan dengan zaman sekarang teknologi semakin canggih, dan deteksi dini aktivitas gunung dapat diketahui setiap saat baik gempa, suhu, volume magma dll yang dibawah pantauan BPPTK Yogyakarta. Terlepas dari itu, mbah Marijan begitu besar tanggungjawabnya dalam mengemban amanat yang telah diberikan dan melekat dipundaknya selama bertahun-tahun.
Seiring wafatnya mbah Marijan sebagai Juru Kunci Gunung Merapi, juga tak lepas dari ingatan masyarakat karena juga saudara-saudara lain yang kena awan panas (wedus gembel) hari Selasa 26 Oktober 2010. Termasuk relawan PMI Bantul DIY...Tutur Priyono...
Jika bicara bencana, tak lepas dari keberadaan para relawan yang sangat dibutuhkan. Baik relawan dari SAR, Tagana, PMI, TNI, POLRI, elemen masyarakat yang peduli kemanusian, saling bahu membahu dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang kena bencana. Tapi dalam situasi aman tidak ada bencana sering keberadaan teman-teman relawan seperti tidak ada bahkan tak pernah ada, namun eksisitansi serta keberadaan mereka memang ada. Ironis memang. Disaat bencana datang pasukan orange atau TIM SAR selalu didepan, sering tidak memikirkan nyawa sendiri yang terpenting dalam menyelamatkan warga masyarakat, seperti yang dilakukan oleh mbah Marijan dan mas Tutur Priyono saat ini. Sulit dicari gantinya
kepada teman-teman relawan maju terus pantang mundur. semangat dan semangat, teruskanlah perjuangan demi tugas sangat mulia tugas kemanusiaan. Lanjutkan perjuangan dan kepahlawanan kemanusiaan teman-teman yang telah gugur sebagai kusuma bangsa pahlawan kemanusiaan sejati.
Selamat jalan mas Tutur, meskipun lebaran kemarin dah janji tuk bertemu dan silaturrahmi belum kesampaian karena engkau tlah lebih dulu menghadap Allah, namun do'aku sll menemani
Sedikit mengenang mas TUTUR, beliau tinggal di desa Kembaran,Taman Tirto, Kec.Kasihan, Kab. Bantul, DIY. satu daerah yang berada di selatan Ringroad selatan DIY dan sebelah barat PG. Madukismo kurang lebih 2 Km. Beliau aktif di PMI Cabang Bantul. Meskipun mas Tutur aktif di jajaran PMI, penulis sendiri aktif di SAR Daerah jawa tengah dan Serayu Rescue Koorwil Banyumas Cilacap, tapi satu TIM di lapangan dan satu tim di jajaran selatan DIY-Jateng tuk pantauan gelombang Tsunami. Apalagi mas Tutur satu Kecamatan dengan penulis yang kampung halaman di Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DIY yang berada di sebelah timur PG Madukismo.
Selamat jalan temanku, sahabatku, saudaraku..........
Selamat jalan Mbah Marijan...................................
Allah akan memberikan tempat disisiNya
mereka meninggal dalam kondisi yang khusnul khotimah
Allah akan mengampuni dosa dan kesalahan
Allah akan menerima amal baikmu.........
Semoga mbah Marijan dan mas Tutur Priyono tenang di sana
Dan Keluarga yang ditinggal senantiasa diberikan ketabahan, keimanan selalu
Keluarga besar Tim SAR Serayu (Serayu Rescue) ikut berduka dan kehilangan yang mendalam
Langkah, pengabdian, perjuangan akan selalu terus dilanjutkan oleh teman - teman relawan yang lain
Pengorbanan kalian tidak akan sia - sia dan tidak akan menyurutkan langkah teman-teman relawan
bahkan pengorbanan kalian memberikan inspirasi dan semangat bagi kami..............TIM RELAWAN
================== AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM =====================
Senin, 18 Oktober 2010
Penemuan Mayat Laki-laki di Pantai Suwuk Kebumen
Serayu Rescue Koorwil Banyumas Cilacap. ....
Pada Hari Minggu tanggal 17 Oktober 2010 pukul 14.30 Wib, telah ditemukan seorang mayat laki - laki di pantai Suwuk (timur pantai Karang Bolong), Kebumen. diperkirakan umur 30an tahun, sedangkan ciri fisik : Tinggi badan 164 Cm, badan gemuk. Mayat tersebut mengenakan celana pendek warna krem dengan kaos oblong warna hijau. Pada pelipis kiri ditemukan memar. Bagi siapa saja yang merasa mengenal mayat dengan ciri - ciri tersebut dapat menghubungi RSU Kebumen atau Pos Lanal Logending/Ayah Kebumen di Hp.085227087315, atau SAR Elang Perkasa di 081228038029 maupun Serayu Rescue di 081226622911 atau 081226799115
Pada Hari Minggu tanggal 17 Oktober 2010 pukul 14.30 Wib, telah ditemukan seorang mayat laki - laki di pantai Suwuk (timur pantai Karang Bolong), Kebumen. diperkirakan umur 30an tahun, sedangkan ciri fisik : Tinggi badan 164 Cm, badan gemuk. Mayat tersebut mengenakan celana pendek warna krem dengan kaos oblong warna hijau. Pada pelipis kiri ditemukan memar. Bagi siapa saja yang merasa mengenal mayat dengan ciri - ciri tersebut dapat menghubungi RSU Kebumen atau Pos Lanal Logending/Ayah Kebumen di Hp.085227087315, atau SAR Elang Perkasa di 081228038029 maupun Serayu Rescue di 081226622911 atau 081226799115
Minggu, 10 Oktober 2010
Tim SAR DAerah Jawa Tengah Berduka
Pada hari Jum'at tanggal 9 Oktober 2010, Tim SAR Daerah Jawa Tengah berkabung. Karena pada hari itu kita telah ditinggalkan oleh teman, sahabat dan saudara kita tercinta mas Ruli. Beliau yang sudah sekian lama (lebih kurang 3 tahunan) menderita sakit yang menyerang otak yangmenyebabkan gangguan penglihatan.
Meskipun menderita sakit, almarhum masih eksis diantara teman2 semua disaat kondisi memungkinkan. Disaat almarhum sakit, masih mau berjiwa Corsa, mau berbagi ilmu, masukan, saran, naserhat, dan lain sebagainya demi panggilan jiwa. Sudah tak terhitung pula jasa-jasanya. Begitu besar pengabdian beliau di tugas kemanusiaan.
Disaat beliau sakitpun masih berjuang sebagai pahlawan kemanusian, mengabdikan diri demi kemanusiaan, semuanya dia lakukan tanpa pamrih untuk menolong sesama. Sudah banyak suri tauladan yang dia berikan kepada teman-teman relawan /SAR.
Kita semua anggota tim SAR yang terbaik. selama ini beliau berjuang bersama dan membesarkan nama Tim SAR Kota Magelang. Namun sebagai seorang Rescuer, kitapun patut merasa berduka dan kehilangan atas dipanggilnya almarhum, bersama anggota tim SAR di tiap kabupaten/kota di Jawa tengah dan dibawah Tim SAR Daerah Jawa Tengah ikut mengibarkan panji - panji kemanusiaan. Mulai dari awal sampai sekarang dibawah kendali pelaksanaan lapangan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, almarhum masih setia mengabdikan jiwa dan raga demi kemanusiaan. Sulit menemukan sesosok seperti beliau.
Sehingga sepatutnya......kita semua sesama relawan....sesama rescuer....sesama pahlawan kemanusiaan mendo'akan kepada almarhum...agar semua dosa dan salah dima'afkan...tidak ada manusia yang sempurna...pasti mempunyai kesalahan/khilaf....supaya almarhum menghadap sang Kholik dengan tenang.... Ya Allah berilah yang yang terbaik disisiMu kepada saudaraku " mas Ruli " .....Ampunilah segala salah dan dosanya....Trimalah amal baiknya.....luaskanlah alam kuburnya.....jauhkanlah dari siksa kubur.
Ya Allah..........berikanlah ketabahan kepada kami....saudara.............teman...........sahabat..............keluarga
Ya Allah..........berikanlah kekuatan, kesehatan, agar kami dapat meneruskan perjuangan mas Ruli ...mengabdikan diri kepada tugas - tugas kemanusiaan.....
Amiiiiiiiiiiin.........................
Rabu, 29 September 2010
SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Penemuan Mayat
SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Penemuan Mayat: "Telah ditemukan seorang mayat laki-laki di sungai Simerak, Jetis, Nusawungu pada hari Rabu, 29 September 2010 sekitar pukul 10.00 wib.Adapun..."
Penemuan Mayat
Telah ditemukan seorang mayat laki-laki di sungai Simerak, Jetis, Nusawungu pada hari Rabu, 29 September 2010 sekitar pukul 10.00 wib.Adapun ciri-ciri yang bisa dikenali baju warna hijau, celana panjang coklat, rambut ikal, tinggi lebih kurang 155-165 cm, umur sekitar 20-25 tahun. Kondisi mayat sudah membusuk diperkirakan antara 1-3 hari. Mayat sudah di evakuasi oleh Tim SAR Lawet Perkasa (Ayah/Logending, Kebumen) dan petugas Polsek Ayah.
Barang siapa yang merasa kehilangan anggota keluarga dan mengenali dengan ciri-ciri tersebut dapat menghubungi petugas Polsek atau Tim SAR Lawet Perkasa di TPI Pedalen Logending Kebumen atau Pos LANAL Logending, Kebumen
Barang siapa yang merasa kehilangan anggota keluarga dan mengenali dengan ciri-ciri tersebut dapat menghubungi petugas Polsek atau Tim SAR Lawet Perkasa di TPI Pedalen Logending Kebumen atau Pos LANAL Logending, Kebumen
Minggu, 12 September 2010
SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Laka Laut awal liburan Lebaran 2010
SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Laka Laut awal liburan Lebaran 2010: "SAR SERAYU (SERAYU RESCUE).. Liburan panjang musim lebaran 2010 di warnai kecelakaan laut di Pantai Widarapayung, Binangun, Cilacap. Kejadia..."
Laka Laut awal liburan Lebaran 2010
SAR SERAYU (SERAYU RESCUE).. Liburan panjang musim lebaran 2010 di warnai kecelakaan laut di Pantai Widarapayung, Binangun, Cilacap. Kejadian pada hari Minggu, 12 September 2010 pukul 15.45 wib. Saat itu memang wisata pantai menjadi salah satu primadona untuk mengisi liburan lebaran. Pantai Selatan Jawa Tengah ini membentang dari Cilacap ujung barat - ujung timur (Teluk Penyu-Bunton/Adipala-Widarapayung- Jetis/Nusawungu) mempunyai spesifik tersendiri dibanding pantai yang lain di selatan pulaui Jawa. Antara lain banyaknya celung/pusaran air, orang pesisir mengatakan istilahnya "Sumur" ini yang tidak diketahui oleh orang kebanyakan, Banyak beragam lebar dan dalamnya, dan pernah penulis lihat sendiri pada waktu yang telah lewat sekitar 3 tahun lalu, dijumpai saat air laut surut sekitar 100 meter dari bibir pantai pada pagi dini hari saat melakukan pencarian korban laka laut di pantai Widarapayung. Diameter sumur mulai 0.5 - 5 meter bahkan ada yang sekitar 10-20 meter dengan kedalaman yang beragam ada yg bisa diamati ada yang tidak, bisa dibayangkan saat orang berenang atau dekat dengan sumur tersebut dipastikan akan terseret, Dan jarak dari bibir pantai bervariasi juga mulai 1-3 meter. Untuk diketahui oleh kita semua, ada beberapa yang bisa diamati tanda-tandanya :
1. Ombak yang bergulung dari tengah laut ke tepi, jika terjadi menjadi riak-riak kecil (pecah) sampai
bibir/tepi pantai ombak kecil bahkan tidak ada, dipastikan di daerah itu ada pusaran/sumur
2. Cekungan air laut spt tanda 1. diatas semakin dalam menandakan sumurnya dalam dan arus bawah besar
3. lebar cekungan dari tanda 1. dan 2, memberikan petunjuk lebar tidaknya pusaran/sumur
Hal tersebut yang tidak disadari, mandi/berenang mencari lokasi yang tidak ada ombaknya, bahkan ini malah masuk ke dalam pusaran/sumur.
Kejadian pada hari Minggu, 12 September pukul 15.45 wib di pantai widarapayung, Binangun Cilacap menelan korban 3 orang, dengan rincian 2 orang terselamatkan oleh Tim Water Rescue/Surfing Serayu Rescue atas nama Teguh Nurkholik dan Riyanto. Sedangkan satu korban terseret dan masih dalam pencarian Fajar Prianto, laki-laki, 13 tahun, alamat Ds. Pancur Rendang Rt.04/05 Ajibarang, Banyumas.
Dengan sering terjadi kecelakaan laut (Laka Laut) di pantai tersebut, Tim SAR Serayu Rescue/ SAR Daerah Jawa Tengah Wilayah Banyumas Cilacap, menghimbau dan menekankan kepada :
A. Pengunjung
1. Berhati-hati dan memahami spesifik pantai saat mandi
2. Menyadari betul bahaya mandi/berenang dilaut, jangan merasa pandai berenang (kekuatan alam tidak
bisa dilawan dengan kekuatan apapun)
B. Pengelola Pantai
1. Memasang rambu/tanda larangan yang jelas dan ditambah
2. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang peringatan dini keselamatan pengunjung (spt pengeras
suara, life jaket)
3. Kurangnya perhatian dan koordinasi tentang keberadaan Tim SAR, sehingga perlu adanya koordinasi
dan kerjasama yang baik dari semua pihak yang kompeten
1. Ombak yang bergulung dari tengah laut ke tepi, jika terjadi menjadi riak-riak kecil (pecah) sampai
bibir/tepi pantai ombak kecil bahkan tidak ada, dipastikan di daerah itu ada pusaran/sumur
2. Cekungan air laut spt tanda 1. diatas semakin dalam menandakan sumurnya dalam dan arus bawah besar
3. lebar cekungan dari tanda 1. dan 2, memberikan petunjuk lebar tidaknya pusaran/sumur
Hal tersebut yang tidak disadari, mandi/berenang mencari lokasi yang tidak ada ombaknya, bahkan ini malah masuk ke dalam pusaran/sumur.
Kejadian pada hari Minggu, 12 September pukul 15.45 wib di pantai widarapayung, Binangun Cilacap menelan korban 3 orang, dengan rincian 2 orang terselamatkan oleh Tim Water Rescue/Surfing Serayu Rescue atas nama Teguh Nurkholik dan Riyanto. Sedangkan satu korban terseret dan masih dalam pencarian Fajar Prianto, laki-laki, 13 tahun, alamat Ds. Pancur Rendang Rt.04/05 Ajibarang, Banyumas.
Dengan sering terjadi kecelakaan laut (Laka Laut) di pantai tersebut, Tim SAR Serayu Rescue/ SAR Daerah Jawa Tengah Wilayah Banyumas Cilacap, menghimbau dan menekankan kepada :
A. Pengunjung
1. Berhati-hati dan memahami spesifik pantai saat mandi
2. Menyadari betul bahaya mandi/berenang dilaut, jangan merasa pandai berenang (kekuatan alam tidak
bisa dilawan dengan kekuatan apapun)
B. Pengelola Pantai
1. Memasang rambu/tanda larangan yang jelas dan ditambah
2. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang peringatan dini keselamatan pengunjung (spt pengeras
suara, life jaket)
3. Kurangnya perhatian dan koordinasi tentang keberadaan Tim SAR, sehingga perlu adanya koordinasi
dan kerjasama yang baik dari semua pihak yang kompeten
Jumat, 06 Agustus 2010
Edi Riyanto
SERAYU RESCUE. KAMIS Kliwon PUKUL 02.00 WIB TANGGAL 5 Agustus 2010, jajaran SAR Serayu Koorwil Banyumas Cilacap telah kehilangan relawan, sahabat, teman, saudara, pendiri. Almahum secara gigih dan semangat berjuang demi tugas kemanusiaan, panggilan jiwa. Namun Allah berkehendak lain, Selamat jalan saudaraku
Saat orang enak dengan menikmati kemewahan, kekayaan dsb, kami termasuk almarhum berjibaku di medan bencana, laka, dll. Enam tahun silam bersama beliau dan penulis seiring sejalan bersama demi tugas kemanusiaan, Disaat beliau berjuang tuk mengubah nasib dan sedang bahagianya kumpul di Lampung sambil merintis usaha dan sudah menampakkan hasil, apa boleh dikata, Allah tlah memanggilnya menghadap Sang Kholik.
Kami akan sll mengingat perjuanganmu dan ttp melanjutkan perjuangan kemanusiaan yang telah kita rintis dan perjuangan bersama. Allah akan menerima amal baikmu dan perjuanganmu. SELAMAT JALAN SAUDARAKU, NAMAMU TERUKIRDAN TERTANAM DI SANUBARI TEMAN2 TIM, NAMUMU " EDI RIYANTO" HARUM SEHARUM PERJUANGANMU SELAMA INI. DO'A KAMI MENYERTAIMU.....INNALILLAHI WA INALILLAHI ROJI'UN
Saat orang enak dengan menikmati kemewahan, kekayaan dsb, kami termasuk almarhum berjibaku di medan bencana, laka, dll. Enam tahun silam bersama beliau dan penulis seiring sejalan bersama demi tugas kemanusiaan, Disaat beliau berjuang tuk mengubah nasib dan sedang bahagianya kumpul di Lampung sambil merintis usaha dan sudah menampakkan hasil, apa boleh dikata, Allah tlah memanggilnya menghadap Sang Kholik.
Kami akan sll mengingat perjuanganmu dan ttp melanjutkan perjuangan kemanusiaan yang telah kita rintis dan perjuangan bersama. Allah akan menerima amal baikmu dan perjuanganmu. SELAMAT JALAN SAUDARAKU, NAMAMU TERUKIRDAN TERTANAM DI SANUBARI TEMAN2 TIM, NAMUMU " EDI RIYANTO" HARUM SEHARUM PERJUANGANMU SELAMA INI. DO'A KAMI MENYERTAIMU.....INNALILLAHI WA INALILLAHI ROJI'UN
Minggu, 01 Agustus 2010
giat puasa
Sar serayu. Sebentar lagi umat Islam akan menyambut dan menjalani ibadah puasa. Di saat bulan yang suci tersebut, do'a dan harapan semuanya berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. Kegiatan selama bulan yang penuh berkah tidak dinodai oleh gangguan yang mengurangi kekusyukan dalam menjalankan ibadah puasa seperti bencana, kecelakaan, bunyi petasan.
Namun demikian, seluruh jajaran relawan/tim SAR selalu waspada dan siaga. Allah senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, serta meluaskan rezeki bagi tim Relawan/SAR semua beserta seluruh anggota keluarganya. Sehingga dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dan panggilan jiwa senantiasa diberi kemudahan, kelancaran, kesuksesan, keselamatan serta kekuatan lahir dan bathin, jiwa dan fisik.
Yang akhirnya menjelang lebaran seperti H-7 dan H+7 biasanya saudara yang berada diluar kota khususnya dari Ibukota mudik dan pulang ke kampung halaman, sanak saudara tuk bersilaturrahmi diberi keselamatan sampai tujuan dan kembali ke rumah tak kurang suatu apapun. Tentunya seperti hal itu banyak tugas kemanusiaan yang senantiasa didepan mata, disisi lain saudara lain bercengkerama dan mimpi bisa segera ketemu dengan keluarga. Namun disisi lain para relawan dituntut untuk bisa ikut menghantarkan mereka disepanjang perjalanan dengan suka dan dukanya.Suka karena panggilan jiwa dan bisa ikut menghantar meski hanya sebatas kemampuan yang ada (siap siaga, waspada). Duka karena meninggalkan keluarga dan bergelimang dengan panas, debu, hujan, bahkan semrawutnya serta macetnya kendaraan. Disamping sisi lainnya menjalankan ibadah puasa. Memang ini ujian dan cobaan dibulan puasa, yang tentunya bulan penuh pahala, berkah. Kebanggaan dan kebahagiaan yang tak terukur nilainya dengan barang ataupun materi, seandainya dalam menjalankan tugas kemanusiaan itu berjalan aman dan bisa berkumpul dengan keluarga kembali. Betapa nikmat dan lezatnya " KETUPAT " yang merupakan kuliner sehabis sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA=====BRAVO TIM SAR===== AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM
Namun demikian, seluruh jajaran relawan/tim SAR selalu waspada dan siaga. Allah senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, serta meluaskan rezeki bagi tim Relawan/SAR semua beserta seluruh anggota keluarganya. Sehingga dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dan panggilan jiwa senantiasa diberi kemudahan, kelancaran, kesuksesan, keselamatan serta kekuatan lahir dan bathin, jiwa dan fisik.
Yang akhirnya menjelang lebaran seperti H-7 dan H+7 biasanya saudara yang berada diluar kota khususnya dari Ibukota mudik dan pulang ke kampung halaman, sanak saudara tuk bersilaturrahmi diberi keselamatan sampai tujuan dan kembali ke rumah tak kurang suatu apapun. Tentunya seperti hal itu banyak tugas kemanusiaan yang senantiasa didepan mata, disisi lain saudara lain bercengkerama dan mimpi bisa segera ketemu dengan keluarga. Namun disisi lain para relawan dituntut untuk bisa ikut menghantarkan mereka disepanjang perjalanan dengan suka dan dukanya.Suka karena panggilan jiwa dan bisa ikut menghantar meski hanya sebatas kemampuan yang ada (siap siaga, waspada). Duka karena meninggalkan keluarga dan bergelimang dengan panas, debu, hujan, bahkan semrawutnya serta macetnya kendaraan. Disamping sisi lainnya menjalankan ibadah puasa. Memang ini ujian dan cobaan dibulan puasa, yang tentunya bulan penuh pahala, berkah. Kebanggaan dan kebahagiaan yang tak terukur nilainya dengan barang ataupun materi, seandainya dalam menjalankan tugas kemanusiaan itu berjalan aman dan bisa berkumpul dengan keluarga kembali. Betapa nikmat dan lezatnya " KETUPAT " yang merupakan kuliner sehabis sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA=====BRAVO TIM SAR===== AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM
Jumat, 23 Juli 2010
INFO GEMPA
Serayu Rescue. Kewaspadaan dan kesiap siagaan para relawan/SAR dibutuhkan setiap saat. Memang sering orang menganggap sepele rekan para relawan, sehingga sering ditemui saat dilapangan tanggapan/respon dari masyarakat maupun aparat. Pada hal tim SAR bertugas demi kemanusiaan semata. Hal ini sangat disayangka, kemampuan tim Sar sangat terbatas apalagi sarana yang dimiliki kurang mendukung tugas dilapangan, bahkan lucunya lagi dalam urusan ini kendala yang dihadapi sering muncul dan birokrasi yang berbelit-belit.
Informasi dan koordinasi serta kerjasama yg berkelanjutan sangat dibutuhkan, saat dilapangan tidak terjadi benturan dengan kepentingan kelompok tertentu. Harus ada kesepahaman. MISI -------VISI adalah sama yaitu KEMANUSIAAN. Memang berat tugas para relawan/Tim SAR. Saat orang lain istirahat, tim berjuang dengan suka dukanya. Siapa lagi yang aakan menolong saudara2 kita yg sedang kena musibah. Apa yang bisa kita perbuat untuk bakti pada Negeri.......ibu pertiwi.....bagi kemanusiaan....jangan berpikiran apa yang IBU PERTIWI lakukan untuk kita. Sudah terlalu banyak pengorbanan Bumi pertiwi buat manusia.
MARI SATUKAN VISI MISI KITA DALAM KEMANUSIAAN. BAJU BISA BEDA TAPI TUJUAN KITA SAMA==. Bagi saudara2 yang ingin jadi relawan harus paham betul apa itu relawan. Relawan harus bisa bekerjasama dalam satu TIm dan bisa berkoordinasi serta di ORGANISIR. ======= BRAVO TIM SAR =========== AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM ===============
Atas Nama Tim SAR, diucapkan terimakasih atas pengkondisian emergency call, sehingga info terkini dan teraktual bisa diketahui. Thank atas kerjasama dan koordinasinya..========Bravo BMKG/BMG===============
Terkini info Gempa : Magnitude 7.4 SR, tanggal 24 Juli 2010 pukul 06.15:10 Wib, lokasi 6.81 LU, 123.29 BT (410 Km barat laut Melonguane, Sulawesi Utara), kedalaman 649 Km.
Informasi dan koordinasi serta kerjasama yg berkelanjutan sangat dibutuhkan, saat dilapangan tidak terjadi benturan dengan kepentingan kelompok tertentu. Harus ada kesepahaman. MISI -------VISI adalah sama yaitu KEMANUSIAAN. Memang berat tugas para relawan/Tim SAR. Saat orang lain istirahat, tim berjuang dengan suka dukanya. Siapa lagi yang aakan menolong saudara2 kita yg sedang kena musibah. Apa yang bisa kita perbuat untuk bakti pada Negeri.......ibu pertiwi.....bagi kemanusiaan....jangan berpikiran apa yang IBU PERTIWI lakukan untuk kita. Sudah terlalu banyak pengorbanan Bumi pertiwi buat manusia.
MARI SATUKAN VISI MISI KITA DALAM KEMANUSIAAN. BAJU BISA BEDA TAPI TUJUAN KITA SAMA==. Bagi saudara2 yang ingin jadi relawan harus paham betul apa itu relawan. Relawan harus bisa bekerjasama dalam satu TIm dan bisa berkoordinasi serta di ORGANISIR. ======= BRAVO TIM SAR =========== AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM ===============
Atas Nama Tim SAR, diucapkan terimakasih atas pengkondisian emergency call, sehingga info terkini dan teraktual bisa diketahui. Thank atas kerjasama dan koordinasinya..========Bravo BMKG/BMG===============
Terkini info Gempa : Magnitude 7.4 SR, tanggal 24 Juli 2010 pukul 06.15:10 Wib, lokasi 6.81 LU, 123.29 BT (410 Km barat laut Melonguane, Sulawesi Utara), kedalaman 649 Km.
Rabu, 07 Juli 2010
Selasa, 06 Juli 2010
Giat Kemanusiaan
Dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiap siagaan penanganan bencana (PB), BPBD provinsi Jawa tengah bekerjasama dengan BNPB pusat telah melakukan verifikasi relawan/SAR. Adapun pengakuan dan penyerahan sertifikat relawan PB Indonesia provinsi Jawa Tengah akan diserahkan saat acara sarasehan PB di Cilacap. Hal itu dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2010. Sedangkan tanggal 17 Juli 2010 di Pantai Widarapayung Cilacap akan diadakan gladi/simulasi PB Tsunami. Informasi ini disampaikan oleh BPBD provinsi Jateng oleh bapak Gembong melalui SMS kepada tim SAR Serayu koorwil Banyumas cilacap. Namun dari beberapa kali giat kemanusiaan sampai saat ini tim belum ada konfirmasi dari pihak BPBD Cilacap selaku pihak yang ketempatan kegiatan.
Disamping kegiatan di bulan Juli ini, di daerah Majenang pun diadakan kesiap siagaan dan kewaspadaan bencana longsor dan banjir yang berlangsung dari tanggal 9-10 Juli 2010 yang diikuti oleh unsur masyarakat pengguna frekuensi. Harapan, semoga dari kegiatan tersebut bermakna dan berarti serta dapat diwujudkan dalam kegiatan yang nyata, apalagi disaat darurat/emergency. Berbagai unsur dalam penanganan bencana (PB) seharusnya bisa lebih terkordinasi karena mempunyai misi visi yang sama yaitu KEMANUSIAAN, tanpa harus ada embel-embel yang lain terwujud "SATU TIM KEMANUSIAAN" yang solid, komitmen. Meskipun baju berbeda itu bukan perbedaan jadikanlah kekuatan, kebersamaan, kepersaudaraan,tanpa mengenal wilayah/daerah, saling mengisi kekuarangan maupun kelemahan yang ada, sehingga menjadi tim yang betul-betul kompak, solid, bersatu dengan semboyan "AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM' melekat dihati sanubari para calon/kader maupun relawan semua. Kita tunggu wujud nyatanya di lapangan masih banyak pekerjaan kemanusiaan yang harus diselesaikan. Korban jiwa dapat dicegah bahkan berkurang jika itu bs terwujud dengan nyata.
Disamping kegiatan di bulan Juli ini, di daerah Majenang pun diadakan kesiap siagaan dan kewaspadaan bencana longsor dan banjir yang berlangsung dari tanggal 9-10 Juli 2010 yang diikuti oleh unsur masyarakat pengguna frekuensi. Harapan, semoga dari kegiatan tersebut bermakna dan berarti serta dapat diwujudkan dalam kegiatan yang nyata, apalagi disaat darurat/emergency. Berbagai unsur dalam penanganan bencana (PB) seharusnya bisa lebih terkordinasi karena mempunyai misi visi yang sama yaitu KEMANUSIAAN, tanpa harus ada embel-embel yang lain terwujud "SATU TIM KEMANUSIAAN" yang solid, komitmen. Meskipun baju berbeda itu bukan perbedaan jadikanlah kekuatan, kebersamaan, kepersaudaraan,tanpa mengenal wilayah/daerah, saling mengisi kekuarangan maupun kelemahan yang ada, sehingga menjadi tim yang betul-betul kompak, solid, bersatu dengan semboyan "AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM' melekat dihati sanubari para calon/kader maupun relawan semua. Kita tunggu wujud nyatanya di lapangan masih banyak pekerjaan kemanusiaan yang harus diselesaikan. Korban jiwa dapat dicegah bahkan berkurang jika itu bs terwujud dengan nyata.
Sabtu, 03 Juli 2010
Jumat, 02 Juli 2010
Kamis, 01 Juli 2010
Laka Lalin
Tim SAR/Serayu Rescue. Telah terjadi kecelakaan lalin di Jl. Raya Kecila, Wijahan, Kemranjen, Banyumas tadi pagi sekitar pukul 08.00 wib. Menurut saksi mata, kecelakaan terjadi akibat pengemudi mobil nopol B.7832.IE dari arah barat(Banyumas/cilacap) menghindari seorang pengendara sepeda angin yang bingung saat mau menyeberang jalan. Sehingga pengemudi mobil banting stir kekanan untuk menghindari tabrakan. Namun naas baginya, dari arah berlawanan ada seorang pengendara sepeda motor honda nopol R.5306.DK yang melaju berlawanan arah, yang akhirnya kecelakaan tak dapat dihindari. Sepeda motor dan pengendaranya terseret ke arah timur sejauh lebih kurang 30 meter. Sepeda motor dan mobil keluar jalur jalan raya dan masuk ke tepi jalan sedalam lebih kurang 1.5 meter. Pengendara sepeda motor R.5306.DK tewas di TKP. Kondisi korban, yang merupakan karyawan sebuah bengkel besar di timur Buntu, Banyumas itu kondisinya mengenaskan dengan luka2 parah dibagian perut, kaki dan tangan. Sedangkan pengendara sepeda angin luka-luka di tangan. Pengemudi mobil B.7832.IE pun tak luput dari luka2 akibat kecelakaan itu, sekarang dirawat di RSUD Banyumas.
Kamis, 24 Juni 2010
Laka Laut Pantai Kemiren
Pantai selatan Jawa Tengah tepatnya di Pantai Kemiren, Cilacap kembali menelan korban. 4 orang nelayan tersapu ombak pantai selatan saat akan mencari ikan. 3 orang berhasil menyelamatkan diri, mereka adalah Catim (laki2/35 th) yang beralamat di Tegal Kamulyan Rt.03/16 Cilacap Selatan, Mad Marta (laki2/53 th), alamat Lengkong Rt.01/15 Cilacap Utara, dan Tulus (laki2/30 th)alamat Kaliasa Rt.02/02 Gumilir Cilacap masih dalam perawatan di RS Pertamina Cilacap. Namun Usman bin Asmadi (laki2/38 th)tidak senasib baik ketiga temannya tersebut karena laki-laki yang beralamat di Jl.Manggis Rt.01/04 Menganti, Kesugihan Cilacap itu sampai saat masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Serayu Rescue (SAR Serayu koorwil Banyumas Cilacap, Basarnas Cilacap dan Nelayan setempat). Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.30 wib. Menurut pengamatan dan pantauan Tim SAR, beberapa hari ini ombak pantai selatan memang kurang bersahabat dengan ketinggian sekitar antara 0.7-3 meteran. Sehingga banyak nelayan di daerah Jetis Nusawungu Cilacap dan nelayan sekitar Kebumen banyak yang tidak melaut. Disamping itu Tim SAR Serayu Rescue juga menghimbau bagi para wisatawan yang mau berekreasi pada musim liburan ini untuk lebih ekstra hati-hati. Banyak sudah korban laka laut saat berlibur, saking asyiknya bermain/pacaran namun tidak memperhatikan keselamatn jiwa, maunya mandi dan menghindari ombak dan mencari ombak/riak yang kecil namun apa daya mereka tidak tahu spesifikasi pantai setempat, hingga akhirnya Kriiiiiiiiiiiiiiiiiing Hallo Tim SAR ada laka laut...
Langganan:
Postingan (Atom)





































