Senin, 30 Mei 2011

Kontingensi Bencana Kabupaten Banyumas

Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dan diapit oleh dua benua dan 2 samudera serta dikelilingi oleh lempeng bumi, yang salah satunya lempeng eurasia . Karena dikelilingi oleh lempeng menyebabkan daerah/wilayah Indonesia sering dilanda gempa bumi baik skala kecil-menengah maupun besar, Masih ingat dibenak kita gempa bumi yang melnda NAD sekitarnya menyebabkan gelombang Tsunami, Gempa Yogya tahun 2006 yang menelan korban jiwa ratusan ribu melayang, serta kerusakan sarana prasarana/infrastruktur. Itu hanya sebagian dampak yang ada dan masih ada gempa bumi lain seperti yang terjadi di Tasikmalaya dan Cilacap, P.Nias, P.Mentawai.

Gambar 1. Contoh Kondisi Gunung yang meletu
                 (Erupsi gunung Merapi, 2011)


Dengan seringnya terjadi gempa yang disebabkan oleh lempeng maupun vulkanologi/gunung api, sebenarnya pemerintah sudah berupaya untuk penanganannya, agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir/perkecil. Langkah-langkah yang ditempuh tersebut antara lain :
1. Sosialisasi kepada masyarakat yang berada di sabuk hijau bencana seperti daerah pesisir, masyaraka
    sekitar gunung yang aktif, penghijauan bibir pantai
2. Simulasi kebencanaan
3. Diklat bagi perangkat/pemangku jabatan tentang kebencanaan
4. Pemasangan alat EWS
5. Kewajiban masing-masing Kabupaten/kota untuk mempunyai badan yang mengurusi kebencanaan, yaitu
    BPBD ditingkat provinsi dan kabupaten


Gambar 2. Penyusunan dan pemetaan rencana Kontingensi
                 Bencana Geologi di Kab.Banyumas    

Pendidikan dan pelatihan serta pemetaan daerah rawan bencana seperti Renkon (Rencana Kontingensi Bencana) yang diadakan oleh Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana. dengan adanya diklat seperti itu, daerah rawan bencana dapat dipetakan, sehingga seluruh potensi yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal dan adanya kesiap siagaan dari pemangku jabatan/stake holder dan tidak ada tumpang tindih dalam penanganan bencana jika sewaktu-waktu terjadi. Pemangku jabatan yang terlibat antara lain dari sektor : SAR, Keamanan, Kesehatan, Sarana Prasarana, Logistik

Sabtu, 07 Mei 2011

Penemuan korban

Serayu Rescue ======= Setelah berjuang beberapa hari tanpa mengenal lelah dan dukungan dari berbagai pihak, Korban tenggelamnya Siswi sebuah SMU di wanadadi Banjarnegara an. Destiana (p/17 th) yang mengalami musibah saat melintasi jembatan sungai Pekacangan yang saat itu yang bersamaan ambrol bersama saudaranya pada hari Rabu 04-05-2011 pkl 20.00 wib berhasil ditemukan pada hari sabtu 07-05-2011 pkl 09.15 wib di desa Langgar, Jetis, Kejobong Purbalingga. Korban ditemukan sekitar 8 Km dari TKP dalam kondisi meninggal. Atas nama Tim SAR gabungan (Serayu Rescue, Satgana Purwokerto, Relawan Pembela) yang mengkondisikan di sungai Serayu Banyumas Cilacap mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Semoga diberi tempat disisiNya, diampuni segala dosa2nya, dan diterima amal baiknya. Serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, tawakal dalam menerima cobaan ini.

Jumat, 06 Mei 2011

Orang Tenggelam

Serayu Rescue. Musim hujan belum reda, rabu 04-05-2011 pukul 20.00 wib, telah terjadi laka sungai, TKP di Sungai Pekacangan, Rakit, banjarnegara. Saat yg bersama dua orang bersaudara melintasi jembatan yang melintang di sungai Pekacangan, saat korban persis diatas jembatan yang ambrol, satu orang dapat selamat dan dirawat di RSU, sedangkan satu korban atas nama DESTIANA (perempuan/17 tahun) sampai saat ini masih dalam pencaraian Tim SAR gabungan yang terdiri dari Serayu Rescue, Satgana purwokerto, Pembela, Basarnas dan masyarakat. korban yang beralamat di Lengkong rt.01/04 Rakit Banjarnegara merupakan siswi SMU negeri Wanadadi Banjarnegara. Adapun ciri-ciri korban Tb 152 cm, rambut lurus sebahu, mengenakan pakaian sekolah. bagi yang menemukan dapat menghubungi Tim SAR Serayu Rescue di nomor 081226622911 atau Polsek terdekat ataupun keluarga di nomor 08122711982 (bp Sukrisno)
disaat keluarga korban berduka, dan saat anggota Tim SAR melakukan pencarian sepanjang TKP sampai sepanjang aliran sungai serayu dan sosialisasi ke penambang pasir, awalnya para penambang dan pemilik depo enggan kepada tim, selidik punya selidik ternyata pernah terjadi, menurut pengakuan para penambang pasir/depo. saat melakukan evakuasi mayat korban yang tenggelam di sungai serayu pernah didatangi oknum yang mengaku Tim SAR dengan meminta imbalan sejumlah uang, tega nian oknum tersebut.
Dengan kejadian tersebut, anggota tim SAR disamping melakukan penyisiran/pencarian juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar hal spt itu tdk terjadi lagi. Kami menghimbau kepada masyarakat apabila menemui atau menjumpai ada orang yg mengaku sebagai anggota TIM SAR harap didata dan dicatat alamatnya dan sebagainya jk perlu diambil gambarnya dan jangan percaya orang tersebut dan mohon diberitahukan segera kepada kami atau aparat terkait, hal itu bertolak belakang sekali. TIM SAR adalah Relawan kemanusiaan, kami berjuang demi tugas kemanusiaan dan hati nurani bukan karena materi semata dan tindakan orang seperti itu jelas-jelas bukan anggota Tim SAR/relawan. Diharap masyarakat hati-hati dan waspada

Arsip Blog