Selasa, 01 November 2011

Laka Laut Pantai Selatan Jawa

SAR SERAYU (Serayu Rescue) Banyumas: Laka Laut Pantai Selatan Jawa: Pantai selatan P.Jawa meminta korrban lagi, informasi awal diterima Tim SAR Serayu Rescue dari jajaran PMI Bantul DIY pukul 11.56 wib, dan d...

Laka Laut Pantai Selatan Jawa

Pantai selatan P.Jawa meminta korrban lagi, informasi awal diterima Tim SAR Serayu Rescue dari jajaran PMI Bantul DIY pukul 11.56 wib, dan ditindak lanjuti dengan koordinasi dengan jajaran Tim SAR lain dan Basarnas. Informasi data awal 8 orang dalam pencarian. tragedi kapal tongkang yang disewa para imigran gelap berlabuh dari cilacap, jumlah penumpang tidak jelas. Kronologi terjadi sekitar pukul 04.00 wib di Plawangan, laut perbatasan antara Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah dengan Pangandaran Jawa Barat. Memang daerah tersebut rawan tingkat kecelakaan apalagi bagi yang tidak pengalaman dan tidak bisa memahami kondisi lapangan. Ini mengingat Tim pada kejadian tahun 2010 silam yaitu tragedi pecahnya perahu penyebrangan/Compreng yang dinaiki 34 warga Indramayu jawa Barat, 24 orang berhasil diselamatkan warga/nelayan sekitar, 10 orang ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia), 1 orang hilang sampai kini. Daerah Plawangan merupakan daerah pertemuan laut lepas dengan muara sungai citanduy dan diapit oleh du bukit (sebelah timur :P.Nusa Kambangan, sebelah barat : Pangandaran). disebut Plawangan karena titik pertemuan antara air tawar dan air laut menyerupai pintu (lawang), sehingga masyarakat menyebutnya Plawangan. Informasi tentang jumlah korban baik yg MD,hilang, selamat masih simpang siur. Namun dari Tim dilapangan yang diterjunkan memberikan laporan sekitar pukul 19:14 wib, 8 orang ditemukan MD, 49 orang selamat, 20 orang dirawat di Puskesmas Pangandaran Jawa Barat.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kebakaran di SUmpiuh

Kemarau panjang, ya kemarau disamping identik dengan kekurangan air bersih juga tak luput juga dari berita kebakaran. Kejadian kali ini menimpa sebuah rumah milik bapak Tasino, desa Selandaka Rt.06/02 Sumpiuh Banyumas. Kejadian sekitar pukul 11.15 wib, api dengan cepat menjalar dari pembakaran sampah ke rumah beliau yg berukuran 5x9 meter yang terbuat dari bambu/kayu, sehingga tidak kurang dalam sepuluh menit api cepat membesar dan meluluh lantakan isinya. Warga kesulitan memadamkan api yang begitu cepat menjalar karena kesulitan mencari sumber air. Untunglah api tidak menjalar ke rumah tetangga meskipun teras rumah tetangga sudah mulai kena api. Untuk sementara kerugian ditaksir sekitar 12 juta rupiah, dan tidak ada korban jiwa. pemilik rumah masih tampak shock.

Minggu, 24 Juli 2011

Laka Laut Pantai Selatan

Serayu Rescue.......... Minggu Pon, 24 Juli 2011, pukul 13.30 wib telah terjadi Kecelakaan laut di Pantai Menganti, Karangduwur, Kebumen, Jawa Tengah. Akibat ketedoran dan keberanian para pemancing. Sering selalu diingatkan oleh pengelola dan anggota Tim SAR Lawet Perkasa yang selalu standby di sekitar lokasi. Lokasinya yang terjal dan berbukit memang membutuhkan nyali tersendiri bagi para pemancing, karena beberapa ikan yang menjadi idola para pemancing. Sayang mereka tidak memperhatikan keselamatan jiwa mereka sendiri. Akibat kelalaian mereka dan tanpa disadari ombak pantai selatan yang ganas menerkam tubuh mereka yang serdang asyik memancing. Kejadian yang hampir sama sekitar satu setengah bulan lalu, seorang wisata lokal dari Purwokero selatan juga ditelan ombak pantai selatan, dan baru ditemukan sekitar 3 hari (2 malam) dalam kondisi mengenaskan.

Rabu, 29 Juni 2011

Korban Laka Laut Pantai Selatan

Serayu Rescue....Setelah melakukan penyisiran, pencarian selama empat hari, akhirnya pada hari rabu 29 Juni 2011 sekitar pukul 09.50 wib jasad korban laka laut yang terjadi pada hari Minggu 26 Juni 2011 pukul 12.30 wib di pantai Karangduwur Kebumen dapat ditemukan, dalam kondisi meninggal dunia (MD).
 Pada saat sekitar pkl 07.00 wib, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Serayu Rescue, Pusdal ops, SAR Lawet Perkasa, Basarnas Cilacap, Relawan pembela, SAR Satgasgana) mulai bergerak lebih intensif, dan SRU laut yang baru saja merapat  sekitar pkl 09.50 wib dapat sinyal/kode  dari anggota tim yang didarat langsung menuju titik yang ditunjuk oleh SRU darat. Memang beberapa faktor yang membuat semua tim terfokus pada titik tersebut dan tidak mengabaikan pada titik lain dalam pencarian. karena disekitar penemuan korban terdapat pusaran air yang begitu besar dan beberapa titik batu karang. Kondisi alam sekitar TKP tersebut yang sempat menghalangi/kendali tersendiri bagi Tim, dan titik tersebut terus dipantau. Dan akhirnya SRU laut langsung meluncur dan mengevakuasi korban. Korban berhasil dievakuasi ke darat sekitar pukul 10.15 wib, memang penemuan tidak terlalu jauh dari TKP awal hanya sekitar 100 meter, namun kendala alam tersebutlah yang dihadapi oleh tim/SRU. Sehingga dengan perjuangan dan pengalaman yang dimiliki oleh SRU laut korban bs dievakuasi dan dibawa kedarat dan diidentifikasi bersama keluarga yang sejak awal berita diterima terus memantau dan menunggu di sekitar bibir pantai. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka di Teluk Rt.02/01 Purwokerto Selatan, tiba dirumah duka sekitar pukul 11.00 wib, dan disambut suasana duka mendalam dari sanak keluarga dan kerabat serta tetangga..Karena kondisi korban yang sudah sedikit rusak dan atas persetujuan orangtua dan keluarga, Tim SAR melakukan prosesi penyucian/memandikan dan mengkafaninya, sambil menunggu proses pemakaman.
Akhhirnya sekitar pkl 15..00 wib dilakukan upacara pemakaman sampai ke peristirahatan terakhir di TPU yang tidak terlalu jauh sekitar 300 meter dari rumah duka yang diikuti oleh anggota Tim SAR Serayu Rescue dan SAR Satgasgana serta tetangga dan sanak keluarga.


Selamat Jalan mas Eko.....semoga engkau diberi tempat disisiNYA dan diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima amal baiknya.  Untuk keluarga semoga diberoi ketabahan dan tawakal serta iman, islam selalu dalam menerima cobaan ini...Amin

SAR SERAYU (Serayu Rescue) Koorwil Banyumas Cilacap: Korban Laka Laut Pantai Selatan

SAR SERAYU (Serayu Rescue) Koorwil Banyumas Cilacap: Korban Laka Laut Pantai Selatan: "Serayu Rescue....Setelah melakukan penyisiran, pencarian selama empat hari, akhirnya pada hari rabu 29 Juni 2011 sekitar pukul 09.50 wib jas..."

Minggu, 26 Juni 2011

SAR SERAYU (Serayu Rescue) Koorwil Banyumas Cilacap: Warga Purwokerto Selatan Jadi Korban Pantai Selata...

SAR SERAYU (Serayu Rescue) Koorwil Banyumas Cilacap: Warga Purwokerto Selatan Jadi Korban Pantai Selata...: "Serayu Rescue.. Setelah sekian lama tidak terdengar berita tentang kecelakaan laut (laka laut), Hari Minggu kliwon tanggal 26 Juni 2011 seki..."

Warga Purwokerto Selatan Jadi Korban Pantai Selatan

Serayu Rescue.. Setelah sekian lama tidak terdengar berita tentang kecelakaan laut (laka laut), Hari Minggu kliwon tanggal 26 Juni 2011 sekitar pukul 12.30, seorang pemuda yang menurut beberpa saksi sedang mandi di sekitar menara mercu suar di daerah Karang duwur, Ayah, Kebumen tenggelam.
Korban atas nama Eko Susilo (laki2/25 tahun), yang saat itu pergi dg beberapa teman dan mandi di sekitar TKP digulung ombak pantai selatan. Dan sampai saat ini, korban masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari SAR Lawet Perkasa (kebumen), Pusdal ops, Serayu Rescue koorwil Banyumas Cilacap, SAR Satgasgana (Purwokerto selatan), Relawan Pembela (Cilacap), Basarnas (Cilacap).
Tim SAR dalam melakukan pencarian mengalami kendali, medan yang cukup terjal/berbukit, ombak yang tidak bersahabat merupakan kendali tersendiri.
 Korban merupakan warga Teluk Rt.02/01 Purwokerto Selatan, keluarga korban berharap sekali cepat ditemukan. Tim yang terbagi dalam beberapa SRU telah berusaha semaksimal mungkin agar dapat segera menemukan korban

Sabtu, 04 Juni 2011

SAR SERAYU (Serayu Rescue) Koorwil Banyumas Cilacap: Kondisi Kawah Timbang Banjarnegara Jawa Tengah

SAR SERAYU (Serayu Rescue) Koorwil Banyumas Cilacap: Kondisi Kawah Timbang Banjarnegara Jawa Tengah: "Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki sebagian wilayahnya pegunungan, seperti pegunungan Dieng. Wil..."

Kondisi Kawah Timbang Banjarnegara Jawa Tengah

Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki sebagian wilayahnya pegunungan, seperti pegunungan  Dieng. Wilayah Dieng memang menyimpan potensi alam yg eksotik, pemandangan alam, hasil pertanian, wisata.
Wilayah Dieng yg sebagian masuk wilayah kabupaten Banjarnegara, beberapa hari ini menjadi sorotan publik akibat aktivitas kawah Timbang. Kawah tsb berada diwilayah ds Simbar, kecamatan Simbar dan berada 2000 di atas permukaan laut (dpl). Pengamatan dari Pusat Vulkanologi Badan  Geologi dan Mitigasi Bencana (PVBGMB) mengatakan beberapa hari terakhir mengalami perubahan yang signifikan terutama gas beracunnya yaitu CO2, sehingga memutuskan radius aman 1 Km dari kawah. Kawah ini pernah mengalami erupsi pada tahun 1928 yang menelan korban jiwa 40 orang, terulang lagi tahun 1939 dengan korban jiwa 10 orang.
 Gambar 1. Kondisi kawah Timbang saat mengeluarkan gas beracun, cuaca sekitar kawah berkabut

Untuk menjaga hal2 yang tak diharapkan, beberapa instansi terkait seperti BNPB, BPBD, TNI, Polri, Dinkes, Tim SAR/Relawan dan masih banyak lagi organisasi yang terlibat untuk penanganan bencana kawah Timbang. Beberapa warga telah diungsikan di balai desa Batur, SMU Negeri Batur, SMP Negeri Batur dan beberapa warga masih tersebar di beberapa tempat yang dianggap aman.
 Gambar 2. Peta kondisi kawah Timbang dan sekitar cakupan daerah sebaran rawan gas beracun

Kondisi saat ini, Sabtu 4 Juni 2011 status kawah masih SIAGA LEVEL 3 dengan konsentrasi gas CO2 mencapai 1.18, ini mengalami penurunan dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 1.68. Meski demikian, kondisi tersebut selalu mengalami perubahan tiap saat bisa turun ataupun naik. Hal ini yang harus diwaspadai oleh semua pihak. Data pengungsi tercatat 889 jiwa yang berada di pos pengungsian yang tersebar sekitar 30 titik disamping ada yang berada ditempat saudara mereka.
Pengamatan dan pantauan kondisi kawah Timbang dilakukan selama 24 jam, yang dilakukan oleh para Relawan/Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur.

Senin, 30 Mei 2011

Kontingensi Bencana Kabupaten Banyumas

Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dan diapit oleh dua benua dan 2 samudera serta dikelilingi oleh lempeng bumi, yang salah satunya lempeng eurasia . Karena dikelilingi oleh lempeng menyebabkan daerah/wilayah Indonesia sering dilanda gempa bumi baik skala kecil-menengah maupun besar, Masih ingat dibenak kita gempa bumi yang melnda NAD sekitarnya menyebabkan gelombang Tsunami, Gempa Yogya tahun 2006 yang menelan korban jiwa ratusan ribu melayang, serta kerusakan sarana prasarana/infrastruktur. Itu hanya sebagian dampak yang ada dan masih ada gempa bumi lain seperti yang terjadi di Tasikmalaya dan Cilacap, P.Nias, P.Mentawai.

Gambar 1. Contoh Kondisi Gunung yang meletu
                 (Erupsi gunung Merapi, 2011)


Dengan seringnya terjadi gempa yang disebabkan oleh lempeng maupun vulkanologi/gunung api, sebenarnya pemerintah sudah berupaya untuk penanganannya, agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir/perkecil. Langkah-langkah yang ditempuh tersebut antara lain :
1. Sosialisasi kepada masyarakat yang berada di sabuk hijau bencana seperti daerah pesisir, masyaraka
    sekitar gunung yang aktif, penghijauan bibir pantai
2. Simulasi kebencanaan
3. Diklat bagi perangkat/pemangku jabatan tentang kebencanaan
4. Pemasangan alat EWS
5. Kewajiban masing-masing Kabupaten/kota untuk mempunyai badan yang mengurusi kebencanaan, yaitu
    BPBD ditingkat provinsi dan kabupaten


Gambar 2. Penyusunan dan pemetaan rencana Kontingensi
                 Bencana Geologi di Kab.Banyumas    

Pendidikan dan pelatihan serta pemetaan daerah rawan bencana seperti Renkon (Rencana Kontingensi Bencana) yang diadakan oleh Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana. dengan adanya diklat seperti itu, daerah rawan bencana dapat dipetakan, sehingga seluruh potensi yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal dan adanya kesiap siagaan dari pemangku jabatan/stake holder dan tidak ada tumpang tindih dalam penanganan bencana jika sewaktu-waktu terjadi. Pemangku jabatan yang terlibat antara lain dari sektor : SAR, Keamanan, Kesehatan, Sarana Prasarana, Logistik

Sabtu, 07 Mei 2011

Penemuan korban

Serayu Rescue ======= Setelah berjuang beberapa hari tanpa mengenal lelah dan dukungan dari berbagai pihak, Korban tenggelamnya Siswi sebuah SMU di wanadadi Banjarnegara an. Destiana (p/17 th) yang mengalami musibah saat melintasi jembatan sungai Pekacangan yang saat itu yang bersamaan ambrol bersama saudaranya pada hari Rabu 04-05-2011 pkl 20.00 wib berhasil ditemukan pada hari sabtu 07-05-2011 pkl 09.15 wib di desa Langgar, Jetis, Kejobong Purbalingga. Korban ditemukan sekitar 8 Km dari TKP dalam kondisi meninggal. Atas nama Tim SAR gabungan (Serayu Rescue, Satgana Purwokerto, Relawan Pembela) yang mengkondisikan di sungai Serayu Banyumas Cilacap mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Semoga diberi tempat disisiNya, diampuni segala dosa2nya, dan diterima amal baiknya. Serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, tawakal dalam menerima cobaan ini.

Jumat, 06 Mei 2011

Orang Tenggelam

Serayu Rescue. Musim hujan belum reda, rabu 04-05-2011 pukul 20.00 wib, telah terjadi laka sungai, TKP di Sungai Pekacangan, Rakit, banjarnegara. Saat yg bersama dua orang bersaudara melintasi jembatan yang melintang di sungai Pekacangan, saat korban persis diatas jembatan yang ambrol, satu orang dapat selamat dan dirawat di RSU, sedangkan satu korban atas nama DESTIANA (perempuan/17 tahun) sampai saat ini masih dalam pencaraian Tim SAR gabungan yang terdiri dari Serayu Rescue, Satgana purwokerto, Pembela, Basarnas dan masyarakat. korban yang beralamat di Lengkong rt.01/04 Rakit Banjarnegara merupakan siswi SMU negeri Wanadadi Banjarnegara. Adapun ciri-ciri korban Tb 152 cm, rambut lurus sebahu, mengenakan pakaian sekolah. bagi yang menemukan dapat menghubungi Tim SAR Serayu Rescue di nomor 081226622911 atau Polsek terdekat ataupun keluarga di nomor 08122711982 (bp Sukrisno)
disaat keluarga korban berduka, dan saat anggota Tim SAR melakukan pencarian sepanjang TKP sampai sepanjang aliran sungai serayu dan sosialisasi ke penambang pasir, awalnya para penambang dan pemilik depo enggan kepada tim, selidik punya selidik ternyata pernah terjadi, menurut pengakuan para penambang pasir/depo. saat melakukan evakuasi mayat korban yang tenggelam di sungai serayu pernah didatangi oknum yang mengaku Tim SAR dengan meminta imbalan sejumlah uang, tega nian oknum tersebut.
Dengan kejadian tersebut, anggota tim SAR disamping melakukan penyisiran/pencarian juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar hal spt itu tdk terjadi lagi. Kami menghimbau kepada masyarakat apabila menemui atau menjumpai ada orang yg mengaku sebagai anggota TIM SAR harap didata dan dicatat alamatnya dan sebagainya jk perlu diambil gambarnya dan jangan percaya orang tersebut dan mohon diberitahukan segera kepada kami atau aparat terkait, hal itu bertolak belakang sekali. TIM SAR adalah Relawan kemanusiaan, kami berjuang demi tugas kemanusiaan dan hati nurani bukan karena materi semata dan tindakan orang seperti itu jelas-jelas bukan anggota Tim SAR/relawan. Diharap masyarakat hati-hati dan waspada

Sabtu, 16 April 2011

Kebakaran di Sumpiuh Banyumas

Jum'at 15 April 2011 pukul 11.00 wib, telah terjadi kebakaran rumah di desa Banjar Panepen Rt.03/01 Sumpiuh Banyumas.
                                                    (Kondisi rumah yang terbakar)

Rumah milik bapak MadYana (70 tahun) yang terbuat dari papan/kayu ludes terbakar hanya dalam waktu kurang lebih satu jam. Letak yang begitu sulit, karena berada di daerah lereng. Kejadiaan diawali saat istri Madyana sedang memasak air nira/legen untuk membuat kelapa merah, saat kejadian si empunya rumah sedang menonton televisi dan bapak Madyana sendiri sedang ada keperluan. Dalam kejadian kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, tapi seluruh isi rumah dan perabotan tidak bisa diselamatkan, karena kobaran api yang cepat menyambar bangunan yang berada didepannya yang digunakan untuk tidur dan ruang tamu.
                                  (Bp. Mad Yana dan istri, sedang menumpang dirumah tetangga)

Masyarakat telah berusaha tuk memadamkan dengan alat sederhana dan kalah cepat dengan jilatan si jago merah. Sekarang keluarga Madyana yang berjumlah 4 jiwa menumpang dirumah tetangga terdekat. Dan kondisi sekarang sangat membutuhkan bantuan logistik/sembako, pakaian layak pakai. Untuk selanjutnya ada pihak2 tertentu dan instansi terkait tuk menindak lanjuti musibah yang menim[pa bapak Madyana sekeluarga, agar bisa berteduh kembali ditanahnya sendiri

Senin, 04 April 2011

Gempa Cilacap 7,1 SR

Serayu Rescue......Disaat sebagian warga masih dilanda ketakutan dan kepanikan akibat terbakarnya 3 unit tangki kilang minyak RU.IV Cilacap, sabtu 02 April 2011 sekitar pkl 04.15, warga kembali dibuat takut, trauma dan kepanikan akibat terjadinya gempa yang menimbulkan dampak tsunami. Gempa dengan magnitude 7.1 SR berlokasi 10.01 LS, dan 107,69 BT yang terjadi pada hari Senin pkl 03:06:39 wib dan berjarak sekitar 293 Km barat daya kota Cilacap Jawa Tengah dengan kedalaman 10 Km... Sebelum gempa 7.1 SR terjadi, sekiatr pkl 02.10 wib terjadi gempa juga.
Gempa 7.1 SR membuat warga Cilacap terutama di pesisir pantai panik dan berhamburan keluar rumah untuk mengungsi..Pengungsian warga kota Cilacap berada di alun-alun kota dan konsentrasi terbesar berada di kawasan Bandara Tunggul Wulung (Jeruk Legi, Cilacap Utara) sekitarnya yang memang berada pada tempat yg tinggi. Setelah gempa terjadi sekitar 10-15 menit, Tim Relawan/SAR langsung menuju ke bibir pantai Teluk Penyu Cilacap untuk mengamati air laut, dan tidak ada perubahan (wajar/normal). Selanjutnya 30 menit berlalu, Tim SAR BPBD/BNPB Propinsi Jateng langsung sosialisasi kepada warga yang masih panik, bahwa kondisi telah aman. Sosialisasi selanjutnya juga dilakukan oleh BPBD kab.Cilacap, Polres Cilacap dan para relawan sendiri. Status potensi tsunami dicabut oleh BMKG sekiatar pkl 04.40 wib
Namun warga yang mengungsi di sekitar Bandara terjebak kemacetan, akibat ratusan warga yang ingin pulang ke rumah dan kendaraan yang akan menuju ke Wangon, Sidareja, tepatnya di jalur Cilacap-Wangon macet total, kendaraan terkunci di beberapa titik ditambah warga yang berjalan kaki serta beberapa kendaraan roda 2 dan mobil yang sulit dikendalikan. Namun setelah petugas dari Polres Cilacap dan dibantu oleh Relawan/SAR serayu/Serayu Rescue turun di jalan, kendaraan mulai bisa berjalan meski tersendat namun tuk kendaraan besar seperti truk dan bus tetap belum boleh berjalan sebelum kendaraan lain lancar.
Kemacetan dapat diatasi dan berjalan normal sekitar pkl 10.30 Wib, berarti kemacetan terjadi sejak pkl 05.15 wib atau 5 jam. Akibat lainnya anak-anak sekolah kesulitan naik kendaraan umum, sehingga harus mengerahkan mobil untuk membantu para siswa SMP yang kesulitan transportasi. Disamping utuk evakuasi pemulangan warga yang mengungsi, kendaraan juga mengangkut siswa yang terlantar untuk pulang ke rumah. Disaat warga sedang proses evakausi pemulangan, salah satu pengungsi yang berada  meninggal dunia, identitas belum diketahui secara pasti dan smp saat ini masih berada di RSUD Cilacap
Kepanikan warga akibat gempa tersebut juga melanda warga yang berada di sepanjang bibir pantai selatan Jawa tengah seperti kabupaten Purworejo, Kebumen, Cilacap (Nusawungu, Binangun, Adipala, Cilacap).
Hingga berita ini ditulis, belum ada kerusakan maupun korban jiwa yang ditimbulkannya

Sabtu, 02 April 2011

SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Pertamina RU.IV Cilacap terbakar

SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Pertamina RU.IV Cilacap terbakar: "Sampai saat ini Minggu 03 April 2011, tangki kilang minyak pertamina RU.IV Cilacap yang terbakar hari Sabtu 02 April 2011 sudah 3 unit, dan ..."

Pertamina RU.IV Cilacap terbakar

Sampai saat ini Minggu 03 April 2011, tangki kilang minyak pertamina RU.IV Cilacap yang terbakar hari Sabtu 02 April 2011 sudah 3 unit, dan belum bisa diatasi dengan baik. Yang dilakukan hanya penyemprotan dg air dari mobil Damkar dan jika dilihat penanganan kurang begitu antusias dan agak tertutup, sehingga untuk mendapatkan akses info dll  mengalami kesulitan disamping tidak adanya posko terpadu, kebakaran tangki ke-2 terjadi pukul 13.35 wib dan tangki ke-3 pukul 20.30 wib. Sebagian warga Donan, Cilacap diungsikan di balai desa, dan radius aman ditetapkan 1 Km.


Penanganan kebakaran langsung dikendalikan oleh pihak pertamina yang melibatkan beberapa mobil damkar dari Holcim, BPBD kab.Cilacap. sedangkan pengamanan area ditangani oleh Polres Cilacap yang terdiri dari kesatuan Brimob, Polantas, Sabhara/Perintis, dan tidak ketinggalan dari pihak TNI AD dan TNI AL. Sedangkan penanganan warga dilakukan oleh tim SAR Gabungan yang terdiri dari SERAYU RESCUE/SAR DAERAH JAWA TENGAH/BNPB/BPBD Jateng, BPBD kab.Cilacap, ORARI, RAPI, Relawan Pembela, SAR Wijayakusuma.
Setiap kali terjadi bencana dan musibah memang sebaiknya dan seharusnya selalu berkoordinasi satu sama lainnya tanpa memandang baju karena yang terpenting adalah koordinasi yang baik sehingga terjalin kerjasama yang baik pula dalam penanganan bencana dan musibah yang terjadi. Seberat apapun yang dihadapi akan terasa ringan jika dilakukan secara kebersamaan karena MISI VISI sama, tanpa memandang pangkat derajat, status sosial, agama/kepercayaan/golongan. BAJU BOLEH BEDA tapi TUJUAN kita sama menolong sesama sesuai tugas dan kemampuan masing-masing......... BRAVO TIM SAR GABUNGAN

Jumat, 01 April 2011

Kilang Minyak Cilacap terbakar

Serayu Rescue (SAR Serayu).... Kabupaten Cilacap termasuk kabupaten/kota dengan pendapatan perkapita tinggi di daerah Jawa tengah. Karena di kota tersebut terdapat beberapa perusahaan besar seperti semen (Holcim), Pertamina dll. Namun dibalik itu, sabtu dini hari, tepatnya tanggal 2 April 2011 sekitar pukul 04.15 wib terjadi kebakaran di salah satu kilang minyak nomor 31 T2 yang berada dikawasan Lomanis, Cilacap. Perlu diketahui bahwa, tinggi kilang minyak mencapai 16 meter, saat terjadi kebakaran terisi bahan bahan HOMC (High Octan) yang mudah terbakar dengan tinggi bahan bakar mencapai 14 meter. Sampai saat ini, pihak pertamina masih melakukan upaya pemadaman. Ledakan yang terjadi pada dini hari tersebut sempat terdengar sampai di wilayah Nusawungu maupun Sumpiuh Cilacap yang berjarak kurang lebih 65 Km dari TKP, dan sempat membuat warga sekitar kejadian panik. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, warga sekitar TKP sempat diungsikan ke zona aman. Sampai pukul 08.30an sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan diharapkan terus waspada. Pihak terkait masih menyelidiki sebab musabab kebakaran yang terjadi. Daerah/zona ledakan disterilknn dan pihak yang tdk terkait langsung dilrang mendekati/masuk ke area kilang minyak, termasuk tim SAR gabungan yang terdiri dari Serayu rescue, Basarnas Cilacap maupun pihak media baik cetak maupun elektronik.

Senin, 28 Februari 2011

Korban tersambar KA di Jeruk Legi

Serayu Rescue (SAR Serayu). Sudah berapa orang yang tewas tersambar/terserempet kereta api, seperti yang terjadi pada hari Minggu, 27 Februari 2011 kemarin. Tak jelas kereta api apa. Namun seorang laki-laki yang diperkirakan umur sekitar 80an tahun tlah menjadi korban. Lelaki tersebut ditemukan warga dan dievakuasi oleh anggota Serayu Rescue (SAR Serayu) wilayah Cilacap yang kebetulan tempat tinggalnya berdekatan dengan penemuan mayat tersebut.sekitar pukul 17.30 Wib.
Adapun ciri-ciri korban : wajah oval, kulit keriput, TB 150 cm, memakai celana pendek/kolor warna merah, baju/kaos warna biru tua jenis adidas. Tak selembar tanda pengenalpun yang ditemukan pada tubuh korban.
Setelah berhasil dievakuasi bersama aparat/petugas Polsek Jeruk Legi, Koramil Jeruk Legi dan masyarakat, selanjutnya dibawa ke RSUD cilacap untuk di autopsi. Adapun penemuan korban berada di wilayah Jeruk Legi RT.01/01 Jeruk Legi Wetan, Cilacap.
Bagi masyarakat yang merasa mengenal dan kehilangan anggota keluarga dapat berhubungan dengan RSUD Cilacap, atau Polsek Jeruk Legi

Jumat, 25 Februari 2011

PENEMUAN SEORANG PEREMPUAN

INFO PENEMUAN ORANG.. Berita di koran ternama di Jawa Tengah (Suara Merdeka) yang terbit hari Jum'at tanggal 25 Februari 2011.. Telah ditemukan seorang perempuan di Jl. HR.Boenyamin, Purwokerto oleh beberapa mahasiswa Unsoed Purwokerto. Selanjutnya perempuan yang dalam kelihatan keadaan depresi diserahkan ke Unit  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Banyumas. Untuk penanganan dan perawatan lebih lanjut, perempuan yang mengaku bernama "SANTI TRI KURNIAWATI" dirawat  di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) di Baturaden, Purwokerto. Menurut pengakuannya dia beralamat di Wioro Kidul, Banguntapan, Bantul, DIY dan mahasiswi jurusan Sastra Inggris Universitas Tri Sakti Jakarta
Bagi yang mengenali dan mengetahui perempuan tersebut dapat menghubungi Polres Banyumas di nomor telepon 0281636110, agar perempuan tersebut segera bertemu dengan keluarganya.

Kamis, 24 Februari 2011

ORANG DITEMUKAN

INFO ORANG DITEMUKAN. Diperoleh dari sebuah koran ternama di jawa Tengah (Suara Merdeka) yang terbit hari Jum'at, 25 Februari 2011. Seorang perempuan dalam kondisi depresi telah ditemukan di Jl. HR Boenyamin, Purwokerto oleh beberapa mahasiswa Unsoed purwokerto yang selanjutnya diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Banyumas. Dan sampai saat ini perempuan yang mengaku bernama SANTI TRI KURNIAWATI umur 18 tahun, beralamat di Wioro Kidul, Banguntapan, Bantul, DIY, seorang mahasiswi Sastra Inggris Universitas Tri Sakti Jakarta, masih berada di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) Baturaden, Purwokerto


Bagi siapa saja yang mengenali orang perempuan tersebut dapat menghubungi Polres Banyumas 0282636110 bagian PPA

Sabtu, 22 Januari 2011

Kewaspadaan

Bencana..............bencana....................siapa yang bisa mencegah dan menahannya.? Tak ada satupun yang bisa dan tak ada teknologi apapun yang bisa mengatasi dan mencegah datangnya bencana. Namun apa yang bisa manusioa perbuat, kecuali memohon dan berdo'a dan tindakan pencegahan supaya bencana yang lebih besar jangan terjadi.....................budaya kearifan lokal memang yang terbaik diantara yang paling baik. Coba kita bayangkan apa jadinya bila hutan gundul semua, taman nasional tiada pohon dan tanah kering kerontang. Saat kemarau tanah merekah, saat hujan air masuk dan membuat bencana longsor. Sudah banyak korban ...sudah kesekian kali bencana terjadi.

Masih terngiang ditelinga kita dan seperti  didepan mata pelupuk mata" ERUPSI Gn.MERAPI " dengan awan panasnya telah meluluh lantakkan desa di kab.Sleman DIY, antara lain Kinahrejo, Cangkringan dan yang lainnya. Ibarat lepas dari mulut Harimau ..ancaman buaya masih ada yakni bahaya sekunder lahar dingin. Banjir lahar dingin yang tak henti menghamtam wilayah Jumoyo, Srumbung, Muntilan Kabupaten Magelang. Betapa kuat derasnya arus lahar dingin, hingga mampu membawa bongkahan2 besar yang melebihi binatang gajah yaitu batu yang sempat teronggok di tengah jalan raya Magelang-Yogyakarta. Bahkan material vulkanik berupa pasirnyapun ikut terbawa dan menenggelamkan desa Jumoyo dan beberapa desa lain. Dampak kerugian yang ditimbulkannya sangat luar biasa mencapai trilliunan rupiah, baik berupa phisik dan non phisik. Jembatan sejumlah 11 buah, ratusan hektar pertanian, perekonomian lumpuh, anak2 sekolah terlantar dan akses keluar masuk 14 desa terisolir.Memang disisi lain erupsi gunung Merapi membawa berkah bagi sebagian orang, berapa kubik pasir yang dikeluarkan oleh Merapi yang terkenal kualitas wahid karena bebas dari debu dan sangat baik untuk campuran bahan bangunan. ketebalan pasir antara 3-5 meter. Siapa yang mau ditawari hal itu namun rumah, kampung, harta benda tersapu habis olehnya, bahkan harus mengungsi entah sampai kapan....

Marilah kita merenung bersama,...seandainya itu tak terjadi....kemakmuran disekitar lereng Merapi membuat takjub. Pertanian.............berbagai jenis sayuran sangat subur dan padi tumbuh dengan subur pula.......Ijo royo-royo. Disamping itu kerusakan alam akibat penambang pasir yang selalu mengejar untung tanpa mempedulikan keselarasan alam sekitarnya, turut andil pula merusak lingkungan bahkan Taman Nasional lereng Merapi. Seharusnya dijaga kelestariannya, sehingga dam, Sabo, penahan banjir lahar rusak. Akibatnya laju derasnya lahar yang turun tidak ada penahan.....akibatnya beberapa desa terendam pasir setinggi 3-5 meter bahkan lebih. Orang-orang harus mengungsi tuk menyelamatkan diri.
Untuk itu ...marilah kita jaga bersama kelestarian alam jangan hanya mengejar keuntungan semata, supaya bencana tidak terjadi lagi.

Palagi perkiraan hujan masih sekitar 4 bulan lagi. Hujan dengan intensitas sedang - lebat beberapa hari ini melanda wilayah Jawa Tengah wilayah tengah dan pesisir selatan disertai angin kencang dan petir. Bahkan pada hari Sabtu 15 Januari 2011 sekitar pukul 13.30 - 15.00 wib angin kencang bahkan puting beliung melanda beberapa wilayah, utamanya Kebumen, Banyumas, Cilacap. Beberapa rumah rusak ringan-sedang, Atap beterbangan, beberapa pohon roboh, namun tidak ada korban jiwa. Iklim sekarang sulit diprediksi, tidak seperti dulu lagi.

Arsip Blog