Rabu, 29 September 2010

SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Penemuan Mayat

SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Penemuan Mayat: "Telah ditemukan seorang mayat laki-laki di sungai Simerak, Jetis, Nusawungu pada hari Rabu, 29 September 2010 sekitar pukul 10.00 wib.Adapun..."

Penemuan Mayat

Telah ditemukan seorang mayat laki-laki di sungai Simerak, Jetis, Nusawungu pada hari Rabu, 29 September 2010 sekitar pukul 10.00 wib.Adapun ciri-ciri yang bisa dikenali baju warna hijau, celana panjang coklat, rambut ikal, tinggi lebih kurang 155-165 cm, umur sekitar 20-25 tahun. Kondisi mayat sudah membusuk diperkirakan antara 1-3 hari. Mayat sudah di evakuasi oleh Tim SAR Lawet Perkasa (Ayah/Logending, Kebumen)  dan petugas Polsek Ayah.
Barang siapa yang merasa kehilangan anggota keluarga dan mengenali dengan ciri-ciri tersebut dapat menghubungi petugas Polsek atau Tim SAR Lawet Perkasa di TPI Pedalen Logending Kebumen atau Pos LANAL Logending, Kebumen

Minggu, 12 September 2010

SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Laka Laut awal liburan Lebaran 2010

SAR SERAYU BANYUMAS CILACAP: Laka Laut awal liburan Lebaran 2010: "SAR SERAYU (SERAYU RESCUE).. Liburan panjang musim lebaran 2010 di warnai kecelakaan laut di Pantai Widarapayung, Binangun, Cilacap. Kejadia..."

Laka Laut awal liburan Lebaran 2010

SAR SERAYU (SERAYU RESCUE).. Liburan panjang musim lebaran 2010 di warnai kecelakaan laut di Pantai Widarapayung, Binangun, Cilacap. Kejadian pada hari Minggu, 12 September 2010 pukul 15.45 wib. Saat itu memang wisata pantai menjadi salah satu primadona untuk mengisi liburan lebaran. Pantai Selatan Jawa Tengah ini membentang dari Cilacap ujung barat - ujung timur (Teluk Penyu-Bunton/Adipala-Widarapayung- Jetis/Nusawungu) mempunyai spesifik tersendiri dibanding pantai yang lain di selatan pulaui Jawa. Antara lain banyaknya celung/pusaran air, orang pesisir mengatakan istilahnya "Sumur" ini yang tidak diketahui oleh orang kebanyakan, Banyak beragam lebar dan dalamnya, dan pernah penulis lihat sendiri pada waktu yang telah lewat sekitar 3 tahun lalu, dijumpai saat air laut surut sekitar 100 meter dari bibir pantai pada pagi dini hari saat melakukan pencarian korban laka laut di pantai Widarapayung. Diameter sumur mulai 0.5 - 5 meter bahkan ada yang sekitar 10-20 meter dengan kedalaman yang beragam ada yg bisa diamati ada yang tidak, bisa dibayangkan saat orang berenang atau dekat dengan sumur tersebut dipastikan akan terseret, Dan jarak dari bibir pantai bervariasi juga mulai 1-3 meter. Untuk diketahui oleh kita semua, ada beberapa yang bisa diamati tanda-tandanya :
1. Ombak yang bergulung dari tengah laut ke tepi, jika terjadi menjadi riak-riak kecil (pecah) sampai
    bibir/tepi pantai ombak kecil bahkan tidak ada, dipastikan di daerah itu ada pusaran/sumur
2. Cekungan air laut spt tanda 1. diatas semakin dalam menandakan sumurnya dalam dan arus bawah besar
3. lebar cekungan dari tanda 1. dan 2, memberikan petunjuk lebar tidaknya pusaran/sumur

Hal tersebut yang tidak disadari, mandi/berenang mencari lokasi yang tidak ada ombaknya, bahkan ini malah masuk ke dalam pusaran/sumur.

Kejadian pada hari Minggu, 12 September pukul 15.45 wib di pantai widarapayung, Binangun Cilacap menelan korban 3 orang, dengan rincian 2 orang terselamatkan oleh Tim Water Rescue/Surfing Serayu Rescue atas nama Teguh Nurkholik dan Riyanto. Sedangkan satu korban terseret dan masih dalam pencarian Fajar Prianto, laki-laki, 13 tahun, alamat Ds. Pancur Rendang Rt.04/05 Ajibarang, Banyumas.

Dengan sering terjadi kecelakaan laut (Laka Laut) di pantai tersebut, Tim SAR Serayu Rescue/ SAR Daerah Jawa Tengah Wilayah Banyumas Cilacap, menghimbau dan menekankan kepada :
A. Pengunjung
    1. Berhati-hati dan memahami spesifik pantai saat mandi
    2. Menyadari betul bahaya mandi/berenang dilaut, jangan merasa pandai berenang (kekuatan alam tidak
        bisa dilawan dengan kekuatan apapun)
B. Pengelola Pantai
    1. Memasang rambu/tanda larangan yang jelas dan ditambah
    2. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang peringatan dini keselamatan pengunjung (spt pengeras
        suara, life jaket)
    3. Kurangnya perhatian dan koordinasi tentang keberadaan  Tim SAR, sehingga perlu adanya koordinasi
        dan kerjasama yang baik dari semua pihak yang kompeten
     
  

Arsip Blog