Senin, 04 April 2011

Gempa Cilacap 7,1 SR

Serayu Rescue......Disaat sebagian warga masih dilanda ketakutan dan kepanikan akibat terbakarnya 3 unit tangki kilang minyak RU.IV Cilacap, sabtu 02 April 2011 sekitar pkl 04.15, warga kembali dibuat takut, trauma dan kepanikan akibat terjadinya gempa yang menimbulkan dampak tsunami. Gempa dengan magnitude 7.1 SR berlokasi 10.01 LS, dan 107,69 BT yang terjadi pada hari Senin pkl 03:06:39 wib dan berjarak sekitar 293 Km barat daya kota Cilacap Jawa Tengah dengan kedalaman 10 Km... Sebelum gempa 7.1 SR terjadi, sekiatr pkl 02.10 wib terjadi gempa juga.
Gempa 7.1 SR membuat warga Cilacap terutama di pesisir pantai panik dan berhamburan keluar rumah untuk mengungsi..Pengungsian warga kota Cilacap berada di alun-alun kota dan konsentrasi terbesar berada di kawasan Bandara Tunggul Wulung (Jeruk Legi, Cilacap Utara) sekitarnya yang memang berada pada tempat yg tinggi. Setelah gempa terjadi sekitar 10-15 menit, Tim Relawan/SAR langsung menuju ke bibir pantai Teluk Penyu Cilacap untuk mengamati air laut, dan tidak ada perubahan (wajar/normal). Selanjutnya 30 menit berlalu, Tim SAR BPBD/BNPB Propinsi Jateng langsung sosialisasi kepada warga yang masih panik, bahwa kondisi telah aman. Sosialisasi selanjutnya juga dilakukan oleh BPBD kab.Cilacap, Polres Cilacap dan para relawan sendiri. Status potensi tsunami dicabut oleh BMKG sekiatar pkl 04.40 wib
Namun warga yang mengungsi di sekitar Bandara terjebak kemacetan, akibat ratusan warga yang ingin pulang ke rumah dan kendaraan yang akan menuju ke Wangon, Sidareja, tepatnya di jalur Cilacap-Wangon macet total, kendaraan terkunci di beberapa titik ditambah warga yang berjalan kaki serta beberapa kendaraan roda 2 dan mobil yang sulit dikendalikan. Namun setelah petugas dari Polres Cilacap dan dibantu oleh Relawan/SAR serayu/Serayu Rescue turun di jalan, kendaraan mulai bisa berjalan meski tersendat namun tuk kendaraan besar seperti truk dan bus tetap belum boleh berjalan sebelum kendaraan lain lancar.
Kemacetan dapat diatasi dan berjalan normal sekitar pkl 10.30 Wib, berarti kemacetan terjadi sejak pkl 05.15 wib atau 5 jam. Akibat lainnya anak-anak sekolah kesulitan naik kendaraan umum, sehingga harus mengerahkan mobil untuk membantu para siswa SMP yang kesulitan transportasi. Disamping utuk evakuasi pemulangan warga yang mengungsi, kendaraan juga mengangkut siswa yang terlantar untuk pulang ke rumah. Disaat warga sedang proses evakausi pemulangan, salah satu pengungsi yang berada  meninggal dunia, identitas belum diketahui secara pasti dan smp saat ini masih berada di RSUD Cilacap
Kepanikan warga akibat gempa tersebut juga melanda warga yang berada di sepanjang bibir pantai selatan Jawa tengah seperti kabupaten Purworejo, Kebumen, Cilacap (Nusawungu, Binangun, Adipala, Cilacap).
Hingga berita ini ditulis, belum ada kerusakan maupun korban jiwa yang ditimbulkannya

Arsip Blog