Pantai Laut selatan P. Jawa terkenal ganas, sudah berapa korban yang tak terhitung meninggal sia-sia akibat ganasnya laut. Rata-rata dari korban adalah para wisatawan domestik, nelayan. Khusus untuk wisatawan domestik kebanyakan didominasi oleh wisatawan dari luar daerah, artinya tempat tinggalnya jauh dari pantai/laut. Seperti yang terjadi pada hari Minggu, 12 April 2013 pkl 08.45 wib di pantai Menganti, Karangduwur, Kebumen. Dengan korban atas nama TRIYONO, laki-laki, 23 tahun, yang beralamat di desa Kaliori RT 04/07, Kalibagor Banyumas.
Korban baru ditemukan setelah selama 3 hari dilakukan pencarian oleh TIM SAR Gabungan, yang melibatkan Serayu Rescue Banyumas, Lawet Perkasa Kebumen, Basarnas Cilacap, RAPI Banyumas, Tagana Banyumas, TPKL (Tim Penyelamat Kecelakaan Laut) Jetis Nusawungu Cilacap, Nelayan, tepaytnya ditemukan pada tanggal Rabu 15 April 2013 sekitar pukul 16.20 wib di pantai Klirong, Petanahan kabupaten Kebumen dalam kondisi sudah meninggal dunia (MD).
Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kebumen untuk di visum, sekitar pkl 22.00 wib korban diserahkan ke pihak keluarga.
Untuk mencegah hal seperti itu, ada beberapa trik kalau mandi/main di pantai :
1. Kenali pantai (terjal.andai, curam, ombak)
2. Kenali palung/pusaran air/sumur laut, ini bisa diamati dengan kondisi air laut/ombak. Seperti Ombak yang bergulung2 dari tengah sampai ketepi berarti tidak ada palung/pusaran air, tetapi ombak dari tengah yang besar dan sampai bibir pantai kecil/tdk ada ombak kemungkinan besar ada pusaran air yang letaknya dimana ombak mulai mengecil (karena ombak akan tertarik oleh pusaran). sedangkan untuk mengetahui besarnya/diameter pusaran dapat dilihat dari area dimana tdk ada ombak/ombak kecil tsb, dan kedalamannya bisa diamati dari cekungan titik pusaran (ibarat seperti mangkok)
Selanjutnya timbul pertanyaan.....kenapa para nelayan mampu menebar jaring dari tepi menuju ketengah? mereka sudah paham lokasi dan tanda2 spt dijelaskan diatas dan kaki mereka akan berjalan diantara pusaran karena secara logikapun didekat pusaran pasir jika diijak akan lunak/gembur/longsor. jika lewati ini akan tertarik oleh pusaran.
Hal tersebut sering mengecoh para wisatawan yang tidak paham dengan kondisi pantai, misalkan saja mau mandi/main air/renang mencari yang tidak ada ombaknya....justru ditempat itulah bahaya mengancam dan masuk ke dalam pusaran/palung.
Semoga pengalaman dan sedikit penggal diatas menjadi perhatian kita semua yg bermain dibibir pantai.
Selasa, 21 Mei 2013
Selasa, 07 Mei 2013
Mountainering Gunung gadung Argopeni, Kebumen
Guna melatih dan membekali stamina phisik buat anggota Tim SAR Serayu Rescue Banyumas, dalam melatih yang nharus diperhatikan adalah step by step artinya langkah demi langkah. Hal ini harus dilakukan supaya kekuatan fisik kita bs dikendalikan sesuai kemampuan masing-masing, sehingga supaya tidak jatuh sakit dan bisa berakibat fatal.
Disamping itu untuk mendekatkan diri pada alam dan bersahabat dengan alam.
Disamping itu untuk mendekatkan diri pada alam dan bersahabat dengan alam.
Langganan:
Postingan (Atom)





