Sabtu, 30 Oktober 2010

LAKA Kereta Api Vs Sepeda motor di Sumpiuh

Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali menelan korban jiwa. Kejadian hari Sabtu, 30-10-2010 sekitar pukul 13.40 wib di perlintasan jl. Selandaka (Pasar lama) Sumpiuh. Kejadian ini terjadi saat korban sedang melintas dari arah utara mau ke Selandaka. Perlintasan KA yang berada di bekas pasar Sumpiuh atau yang dikenal dengan Pasar lama (Pasar lawas) yang berada di wilayah Rt.02/03 Sumpiuh, Banyumas memang perlintasan yang tidak dijaga. Namun sudah ada rambu-rambu dan patok besi swadaya masyarakat untuk memberikan tanda peringatan hati-hati bagi setiap orang saat akan melintasi rel. Sebenarnya menurut masyarakat sekitar sebelum kejadian Adi, yang warga Kedungpring Rt.06/02 Kemranjen Banyumas ini sudah beberapa kali lalu lalang sekitar rel untuk menjemput pacarnya yang sekolah di SMK YPE Sumpiuh. Namun pada saat kecelakaan korban sendirian. Sebenarnya masyarakat dan beberapa orang yang sedang berada di dekat TKP sudah memperingatakan si korban bahwa kereta api akan lewat. namun korban tidak menghiraukan dan terus melintas. Saat roda depan berada di atas rel, saat itulah kereta api ekonomi dari arah barat melintas dan menyerempet korban yang masih berada diatas sepeda motor. Korban dan sepeda motor kharisma nopol R.6905 BS terseret sejauh 20an meter kearah timur dan berhenti setelah menabrak tiang rambu lampu tanda/sinyal KA yang berada di sebelah utara rel.. Korban langsung meninggal di TKP dan menjadi tontonan masyarakat yang lewat. Korban baru dapat dievakuasi oleh petugas Polsek Sumpiuh, anggota Koramil Sumpiuh, anggota Tim SAR Serayu Rescue Banyumas Cilacap sekitar pukul 14.00 wib. Kebetulan TKP berada disebelah barat (50 meter) dari sekretariat/Posko Serayu Rescue Koorwil banyumas cilacap. Korban yang luka-luka di bagian wajah (mata, pelipis, kepala, gigi), leher sebelah kiri robek, tangan kanan dan kiri serta kaki kiri patah tulang langsung di bawa petugas untuk di visum di Puskesmas Sumpiuh 1.
Keluarga korban yang datang sebelum di evakuasi tampak shock mengetahui keluarganya meninggal tertabrak kereta api. Ini juga menjadi peringatan bagi kita semua tuk ekstra hati-hati saat mau melintasi rel KA baik yang berpalang pintu terlebih tidak berpalang pintu dan tidak dijaga oleh petugas. Karena sering dilihat dan saksikan saja, sudah ada rambu-rambu entah itu palang pintu, sirine, petugas atau rambu yang lain banyak yang tidak memperdulikan bahaya yang mengancamnya. bahkan himbauan, peringatan orang lain/masyarakat tidak di indahkan, diperhatikan, bahkan ironis sekali yang bersangkutan kadang marah-marah kepada orang yang memberi peringatan kereta akan lewat disamping tidak sabar tuk menunggu KA lewat. Jika sudah seperti itu, siapa yang salah dan yang disalahkan.
Masyarakatpun juga meminta ketegasan kepada pihak terkait khususnya PJKA yang mempunyai wewenang untuk menertibkan tanaman yang sengaja ditanam disekitar /sepanjang tepian rel KA, seperti pohon pisang, ketela pohon yang tentunya ini menghalangi pandangan orang saat akan melintasi rel KA. Jika perlu dilarang sama sekali untuk menanam tanaman apapun di tepian rel. Apalagi nanti akan dibangun rel ganda, tentunya keselamatan harus lebih diutamakan lagi dan menjadi prioritas penanganan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog